MediaKontras.id | Sebanyak 2.306 Kepala Keluarga (KK) warga Aceh Tamiang terima bantuan non tunai sebesar Rp1 juta dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Aceh sebagai wujud kepedulian PMI terhadap masyarakat yang terdampak bencana hidrometelogi pada bulan November 2025 silam, di aula Sekdakab setempat, Jumat, 13 Maret 2026.
Dimana dalam prosesi seremonial tersebut, PMI menyerahkan bantuan non tunai yang diwakili oleh 60 orang penerima manfaat dari total keseluruhan penerima bantuan.
Secara keseluruhan, proses penyaluran bantuan kepada masyarakat dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Maret 2026 di GOR Aceh Tamiang. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir di wilayah tersebut.
Program bantuan ini didukung oleh dana International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) melalui skema Disaster Response Emergency Fund (DREF) yang dikelola bersama IFRC dan PMI.
Sebelum penyaluran bantuan dilakukan, PMI terlebih dahulu melaksanakan proses verifikasi data penerima manfaat sejak 22 Februari 2026. Data awal diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai data sekunder. Selanjutnya, dilakukan verifikasi faktual di lapangan dengan dukungan perangkat desa untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ismail, S.Ei menyampaikan apresiasi kepada PMI dan IFRC atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat Aceh Tamiang. Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu pemulihan masyarakat pascabencana.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengucapkan terima kasih kepada PMI dan IFRC yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat kami yang terdampak banjir. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi warga dalam proses pemulihan,” ujarnya.
Sementara itu, Delegasi IFRC T Khairil menyampaikan bahwa dukungan melalui DREF merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi keluarga yang terdampak serta membantu mereka memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan,” katanya.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Asmawi Hisyam menegaskan bahwa PMI terus berkomitmen hadir dalam setiap respon bencana di berbagai daerah di Indonesia.
“PMI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta mitra kemanusiaan untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan secara cepat, tepat, dan akuntabel,” ungkapnya.
Ketua PMI Aceh Murdani Yusuf, SE juga menambahkan bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mekanisme verifikasi yang ketat agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara transparan dan melalui verifikasi lapangan agar bantuan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang,” tuturnya.
Salah seorang warga penerima manfaat, Siti Aisyah, warga Kecamatan Karang Baru, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Setelah banjir kemarin banyak kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi kembali. Bantuan dari PMI ini sangat membantu kami untuk bangkit kembali,” ungkapnya.
Melalui program ini, PMI berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. [ian]






