Kasus Mafia Minyak Kembali Mencuat, Brigade PII Minta Kejagung Bertindak Tegas dan Transparan

Kasus Mafia Minyak Kembali Mencuat, Brigade PII Minta Kejagung Bertindak Tegas dan Transparan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

JAKARTA, MediaKontras.id | Isu dugaan praktik mafia minyak kembali mengemuka dalam ruang publik. Di tengah perdebatan hukum dan ekonomi yang mengiringinya, suara dari kalangan pelajar ikut terdengar. Bagi Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII), persoalan ini bukan semata tentang tata niaga energi, melainkan tentang rasa keadilan yang dirasakan generasi muda.

Komandan Koordinator Pusat Brigade PII, M. Zepriansyah, menyampaikan harapannya agar Kejaksaan Agung Republik Indonesia menangani persoalan ini secara tegas, terbuka, dan berkeadilan.

“Penegakan hukum yang konsisten dan transparan penting agar publik, termasuk pelajar, melihat bahwa negara hadir menjaga kepentingan rakyat,” ujar Zepriansyah saat di wawancarai di Ruang kerjanya, pada hari Kamis (26/2/2026).

Dari Harga Energi ke Ruang Kelas. Bagi sebagian orang, isu mafia minyak mungkin terdengar jauh dari bangku sekolah. Namun, menurut Brigade PII, dampaknya terasa hingga ke kehidupan sehari-hari pelajar.

Kenaikan harga energi, misalnya, berpengaruh pada ongkos transportasi yang harus dikeluarkan siswa untuk berangkat ke sekolah. Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, lonjakan biaya tersebut bisa menjadi beban tambahan yang tidak ringan.

“Ketika pengeluaran rumah tangga meningkat, pendidikan sering kali menjadi pos yang ikut terdampak. Ini yang kami khawatirkan,” kata Zepriansyah.

Brigade PII juga menyoroti dimensi moral dari persoalan ini. Praktik mafia, jika benar terjadi dan tidak ditangani secara tuntas, dinilai dapat memunculkan rasa skeptis di kalangan generasi muda terhadap sistem hukum.

Padahal, kepercayaan terhadap institusi negara merupakan fondasi penting dalam membangun karakter kewargaan.

Bagi Brigade PII, pemberantasan mafia minyak bukan hanya agenda penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya menjaga masa depan generasi muda. Mereka menilai, sistem ekonomi dan tata kelola yang bersih akan menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi pelajar.

“Kami percaya, langkah hukum yang adil bukan hanya menyelamatkan perekonomian negara, tetapi juga menjaga harapan pelajar terhadap keadilan dan masa depan bangsa,” ujar Zepriansyah.

Brigade PII menyatakan akan terus mengikuti perkembangan penanganan kasus ini serta mengajak pelajar untuk membangun kesadaran kritis terhadap isu-isu publik. Bagi mereka, partisipasi generasi muda tidak selalu harus dalam bentuk aksi besar, melainkan bisa dimulai dari kepedulian dan pemahaman terhadap persoalan bangsa.

Di tengah dinamika yang berkembang, satu hal yang mereka tekankan adalah pentingnya kehadiran negara yang tegas, adil, dan berpihak pada kepentingan publik agar ruang kelas tetap menjadi tempat tumbuhnya harapan, bukan kecemasan.