PB PII: Diaspora Pelajar Indonesia Adalah Ujung Tombak Diplomasi di Tengah Rivalitas Global

Ketua VII Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri (PB PII HLN) Hery Yuanda [Foto: Ist]

PB PII: Diaspora Pelajar Indonesia Adalah Ujung Tombak Diplomasi di Tengah Rivalitas Global

Ketua VII Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri (PB PII HLN) Hery Yuanda [Foto: Ist]

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

JAKARTA, MediaKontras.id | Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) menegaskan bahwa diaspora pelajar Indonesia di luar negeri memegang peran strategis sebagai duta bangsa dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar dan fragmentasi konflik di berbagai kawasan, pelajar Indonesia dinilai bukan sekadar pencari ilmu akademik, melainkan representasi intelektual dan kultural bangsa.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri (HLN) PB PII Herry Yuanda mewakili Ketua Umum PB PII Amsal Alfian. Ia menyoroti bagaimana interaksi para pelajar di kancah internasional dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif melalui mekanisme people-to-people diplomacy.

PB PII menilai posisi unik mahasiswa Indonesia di luar negeri memungkinkan mereka untuk memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang moderat. Di negara-negara besar seperti China dan Amerika Serikat, diaspora pelajar diharapkan mampu menyampaikan perspektif Indonesia yang independen.

“Pelajar Indonesia harus mampu menjadi penghubung pemahaman lintas budaya. Di tengah ketegangan global, kita butuh narasi yang mengedepankan perdamaian, toleransi, dan kerja sama internasional sesuai prinsip politik luar negeri bebas aktif,” ujar Kabid VII PB PII dalam keterangannya.

Lebih lanjut, PB PII menekankan bahwa diaspora memiliki tanggung jawab intelektual untuk membaca perkembangan dunia secara kritis. Hal ini selaras dengan amanat Pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Keberadaan mereka di luar negeri dipandang sebagai “diplomasi moral” untuk menolak segala bentuk penjajahan dan ketidakadilan. Pelajar Indonesia diharapkan tidak hanya menyerap ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif mereduksi polarisasi dan mendorong dialog kemanusiaan di ruang-ruang diskusi global.

Penguatan Jejaring Strategi. Sebagai langkah konkret, PB PII mendorong penguatan jejaring diaspora melalui:

Kolaborasi Akademik, Membangun kemitraan riset dan inovasi yang berdampak bagi bangsa.

Forum Diskusi Internasional: Menghadirkan suara Indonesia dalam isu-isu krusial dunia.

Integrasi Nilai, Menggabungkan wawasan global dengan identitas kebangsaan dan nilai kemanusiaan universal.

“Kami memandang diaspora pelajar bukan hanya investasi sumber daya manusia, tetapi mitra strategis diplomasi bangsa. Mereka adalah agen yang mampu mengintegrasikan nilai lokal dengan dinamika global demi kepentingan nasional,” tutupnya.

Topik