Aceh Belum Pulih 100 Persen Pasca Banjir dan Longsor

Keterangan: Koordinator Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia (Amdin), Rafsanjani, (Foto: Ist)

Aceh Belum Pulih 100 Persen Pasca Banjir dan Longsor

Keterangan: Koordinator Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia (Amdin), Rafsanjani, (Foto: Ist)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Aceh Belum Pulih Sepenuhnya, Tiga Wilayah Masih Jadi Fokus Pemulihan

Banda Aceh, MediaKontras.id | Pemulihan pasca bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada November 2025 belum sepenuhnya tuntas. Dari total 18 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 10 daerah telah dinyatakan kembali normal.

Koordinator Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia (Amdin), Rafsanjani, menyebutkan bahwa proses pemulihan saat ini masih difokuskan di sejumlah wilayah yang belum pulih sepenuhnya.

“Ini berarti kondisi Aceh belum 100 persen pulih pasca bencana banjir dan longsor,” ujarnya.

Menurut Rafsanjani, berbagai tantangan masih dihadapi dalam proses pemulihan. Sejumlah infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum masih dalam tahap perbaikan. Selain itu, sebagian warga terdampak masih membutuhkan bantuan, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan perbaikan tempat tinggal.

Ia juga menambahkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat di beberapa wilayah belum sepenuhnya kembali normal, meskipun upaya penanganan terus dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat dan berbagai pihak terkait.

Sementara itu, pemerintah daerah menyatakan pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan perbaikan fasilitas vital dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak. Dukungan dari relawan dan organisasi kemanusiaan juga terus mengalir guna mempercepat proses pemulihan di lapangan.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyebutkan terdapat tiga wilayah yang masih menjadi prioritas utama pemulihan, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Tengah.

Ia menjelaskan bahwa kondisi infrastruktur jalan di wilayah terdampak mulai berangsur normal meski belum sepenuhnya optimal. Sementara itu, jaringan listrik dan air bersih di beberapa daerah juga belum pulih total.

“Hingga Senin (23/3/2026), masih terdapat lima desa di Aceh Tengah yang belum dialiri listrik dan masih mengandalkan genset,” katanya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kondisi di Aceh Tamiang telah pulih sepenuhnya. Ia menyebutkan bahwa berbagai upaya pemulihan yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat telah menunjukkan hasil signifikan.

“Infrastruktur yang sebelumnya terdampak kini telah kembali berfungsi, aktivitas ekonomi berangsur normal, dan layanan publik berjalan seperti sediakala,” ujarnya.

Presiden juga mengapresiasi kerja sama antara pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan. Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa upaya pemulihan di wilayah lain masih terus dilakukan hingga seluruh daerah terdampak benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.