UNSAM Hadir Menghangatkan Warga Alur Nyamuk
Aceh Tamiang, MediaKontras.id | Di Dusun Alur Nyamuk, Kecamatan Manyak Payed, jejak banjir dan longsor akhir November 2025 belum sepenuhnya hilang. Tanah masih menyimpan lembap, genangan air tersisa di beberapa sudut, dan malam hari terasa lebih dingin dari biasanya. Di tengah situasi itu, Universitas Samudra (UNSAM) memilih untuk hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga empati.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026, tim dari Fakultas Sains dan Teknologi UNSAM turun langsung pada 15 Februari 2026. Kegiatan dipimpin Tisna Hermawan, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Kimia, bersama tiga mahasiswa Fazrul Rozy Ritonga, Khairunnasya Hanifah, dan Indah Aura Nisa.
Berdasarkan hasil survei lapangan dan koordinasi dengan aparatur dusun, kebutuhan mendesak warga tidak hanya soal pangan. Selimut dibutuhkan untuk mengurangi dingin malam yang menusuk, sementara perlengkapan anti-nyamuk menjadi penting di tengah meningkatnya populasi serangga akibat lingkungan yang masih basah dan kurang higienis.
“Bantuan kecil bisa menjadi penguat besar ketika diberikan pada waktu yang tepat,” ujar salah satu anggota tim di sela kegiatan.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui pendataan kepala keluarga, dilanjutkan penyerahan simbolis dan distribusi langsung kepada warga. Selain membagikan selimut dan anti-nyamuk, tim juga memberikan edukasi singkat tentang penggunaan anti-nyamuk yang aman dan efektif guna mencegah gangguan kesehatan pascabencana.
Kehadiran dosen dan mahasiswa di tengah warga bukan sekadar formalitas program kampus. Kegiatan ini menjadi ruang belajar nyata tentang empati, tentang keberpihakan, dan tentang makna keilmuan yang berpijak pada kebutuhan masyarakat.
Di tengah upaya pemulihan yang masih berlangsung, langkah kecil dari kampus tersebut menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial tetap hidup. Bahwa perguruan tinggi bukan hanya ruang akademik, melainkan juga bagian dari denyut kemanusiaan di tengah masyarakat.






