Banda Aceh, MediaKontras.id | Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menegaskan pentingnya penanganan pascabencana yang menyeluruh, terintegrasi, dan transparan saat menerima Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis (2/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah agenda strategis, mulai dari tata kelola sumber daya alam, penguatan infrastruktur, hingga pemulihan ekonomi daerah. Wali Nanggroe menekankan pengelolaan sumber daya alam harus terbuka, akuntabel, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Pada aspek rehabilitasi, pemerintah mendorong relokasi warga terdampak ke kawasan aman yang dilengkapi infrastruktur dasar, serta penetapan zona larangan pembangunan di wilayah rawan bencana sebagai langkah mitigasi jangka panjang.
Pertemuan juga menyoroti percepatan proyek strategis nasional seperti jalan tol dan pelabuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh. Selain itu, investasi diarahkan pada penciptaan nilai tambah, pemberdayaan ekonomi lokal, dan transfer teknologi.
Wali Nanggroe turut menegaskan pentingnya peran lembaga adat dalam menjaga kohesi sosial serta mendorong peningkatan integritas birokrasi dan transparansi pengelolaan anggaran guna mempercepat pembangunan pascabencana.






