Membuka Gerbang Samudra: UIN Sultanah Nahrasiyah dan Misi Pendidikan Inklusif bagi Anak Pesisir
Lhokseumawe, MediaKontras.id | Di pesisir Lhokseumawe, di mana deburan ombak Selat Malaka bertemu dengan hiruk-pikuk kota, sebuah harapan baru sedang ditenun. Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi “jembatan” bagi mereka yang sering kali terlupakan di pinggiran garis pantai.
Melalui forum SAPA PERS, kampus yang lahir dari Perpres No. 72 Tahun 2016 ini mengubah ruang diskusi menjadi wadah penyemaian ide antara akademisi dan kuli tinta. Fokusnya jelas memastikan pendidikan tinggi bukan sekadar mimpi bagi anak-anak nelayan.

Menjemput Anak Nelayan ke Bangku Kuliah. Salah satu sorotan utama dalam diskusi ini adalah optimalisasi kuota beasiswa bagi masyarakat pesisir. UIN Sultanah Nahrasiyah menyadari bahwa kendala ekonomi seringkali memutus rantai cita-cita anak nelayan.
“Kami ingin memastikan setiap peluang sampai ke tangan yang tepat. Kuota untuk anak nelayan dan masyarakat pesisir masih terbuka lebar,” ujar Wakil Rektor III, Dr. Darmadi.
Kampus ini seolah ingin meruntuhkan stigma bahwa pendidikan berkualitas harus mahal. Dengan status sebagai universitas Islam dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) terendah di Sumatera, UIN Sultanah Nahrasiyah memosisikan diri sebagai institusi yang merakyat namun tetap kompetitif.
“UKT kami rendah bukan berarti layanan terbatas. Justru, kami menghadirkan pelayanan pendidikan yang maksimal untuk mencetak generasi unggul,” tambah Dr. Darmadi dengan nada optimis.
Target 1.500 Mahasiswa Baru di 2026
Memasuki tahun akademik 2026, universitas yang kini dipimpin oleh Prof. Dr. Tgk. H. Danial, S.Ag., M.Ag. (masa jabatan 2025-2029) ini menargetkan sebanyak 1.500 mahasiswa baru. Berbagai jalur seleksi telah disiapkan untuk menyaring talenta-talenta terbaik, baik dari jalur prestasi maupun jalur reguler.
Bagi UIN Sultanah Nahrasiyah, kehadiran media melalui SAPA PERS bukan sekadar formalitas. Jurnalis dipandang sebagai mitra strategis untuk menyebarkan informasi hingga ke pelosok-pelosok desa nelayan yang mungkin belum terjangkau akses internet secara maksimal.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif. Di bawah kepemimpinan Prof. Danial, UIN Sultanah Nahrasiyah berupaya mentransformasi diri menjadi pusat keunggulan intelektual yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Aceh.
Pendidikan bukan lagi soal siapa yang mampu membayar, melainkan siapa yang memiliki kemauan untuk belajar. Melalui SAPA PERS, UIN Sultanah Nahrasiyah sedang mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru Aceh Bahwa dari gubuk nelayan pun, seorang pemimpin masa depan bisa dilahirkan.






