MediaKontras.id | Para dosen dari Prodi Teknik Sipil Universitas Samudra melaksanakan pemulihan ketersediaan bibit padi pasca banjir bandang melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai wujud kepedulian akademisi terhadap kondisi sosial dan ketahanan pangan masyarakat, di Aceh Tamiang.
Dimana program ini mengusung tema “Pemulihan Ketersediaan Bibit Padi Pasca Banjir Bandang” yang dilaksanakan, di Kampung Gelanggang Merak, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 16 Februari 2026.
Menurut penuturan ketua tim, Dian Aswatul Sinurat ST, MT, kepada MediaKontras.id, Rabu, 18 Februari 2026, menuturkan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sebelumnya telah menyebabkan kerusakan lahan pertanian serta hilangnya sebagian besar persediaan bibit padi milik petani.
Oleh karenanya, kondisi ini tidak hanya mengganggu siklus tanam, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat setempat.
Melihat situasi tersebut, tim dosen Unsam hadir memberikan dukungan nyata melalui kegiatan distribusi bibit padi serta pendampingan teknis kepada para petani terdampak.
“Kegiatan PKM ini melibatkan sosialisasi mengenai teknik penanganan lahan pascabanjir, pemilihan varietas padi yang adaptif terhadap kondisi lingkungan, serta strategi percepatan masa tanam agar produktivitas dapat segera pulih,” katanya.
Selain itu, dialog interaktif antara dosen dan masyarakat menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa.
Kehadiran para dosen yang diwakili oleh Dian Aswatul Sinurat ST, MT, dan Nina Fahriana ST, MT serta Putri Fikadilah Siregar S. Agb, M.Si, di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari aparatur desa dan kelompok tani.
“Bantuan bibit padi yang disalurkan diharapkan mampu menjadi langkah awal pemulihan sektor pertanian sekaligus mendorong semangat petani untuk kembali mengelola lahan mereka setelah bencana,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Samudra menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Sinergi antara dunia akademik dan masyarakat diharapkan terus berlanjut sebagai upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membangun ketangguhan wilayah terhadap bencana di masa mendatang,” tandasnya. [ian]






