Aceh Tamiang, MediaKontras.id | Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut tidak ada lagi pengungsi tinggal di tenda pascabanjir di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang, menuai bantahan keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Aktivis Rakyat Aceh Tamiang (LSM Garang).
Pernyataan resmi pemerintah tentang tuntasnya pengungsian di Aceh Tamiang membuka ruang verifikasi baru, setelah Chaidir Azhar mengindikasikan adanya ketidaksinkronan antara laporan administratif dan kondisi faktual di lapangan.
Ketua Umum LSM Garang, Chaidir Azhar, secara tegas menantang Presiden untuk turun langsung ke lapangan tanpa protokoler dan tidak hanya mengandalkan laporan bawahannya.
“Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Hingga hari ini, masih banyak warga yang bertahan di tenda pengungsian dan belum mendapatkan tempat tinggal yang layak,” ujar Chaidir, yang akrab disapa Ayi Garang.
Ia menyebut, sejumlah titik di Aceh Tamiang masih dihuni pengungsi, seperti di sekitar kuburan Cina Kampung Durian (Kecamatan Rantau), Kampung Lubuk Sidup (Kecamatan Sekerak), serta Kampung Alur Jambu-Jambu (Kecamatan Bandar Pusaka). Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa proses pemulihan belum sepenuhnya tuntas.
Ayi juga menyoroti kondisi masyarakat selama Ramadan yang dinilai masih jauh dari layak. Banyak warga, kata dia, masih kekurangan kebutuhan dasar dan menjalani ibadah dalam keterbatasan.
“Idulfitri yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan justru dirasakan dengan penderitaan oleh masyarakat yang masih tinggal di tenda,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengkritik pendekatan pemerintah yang dinilai lebih menonjolkan laporan administratif dibanding realita lapangan.
“Jangan hanya fokus pada pencitraan dan laporan di atas kertas. Kalau ingin tahu kondisi sebenarnya, datanglah tanpa pengawalan dan tanpa pemberitahuan,” ujarnya.
Ayi menegaskan bahwa pemerintah harus segera memastikan distribusi bantuan merata, mempercepat pembangunan hunian sementara maupun permanen, serta benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.
Sementara itu, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa progres pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang telah berjalan sangat cepat dan hampir mencapai 100 persen.
Usai melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara Aceh Tamiang, Presiden menyatakan bahwa tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda.
“Di tenda sudah tidak ada lagi, 100 persen. Semua sudah masuk ke hunian sementara ataupun hunian tetap,” ujarnya.
Presiden juga menambahkan bahwa infrastruktur dasar seperti listrik telah pulih hampir sepenuhnya, serta bantuan pemerintah telah tersalurkan kepada masyarakat terdampak. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah atas percepatan penanganan bencana tersebut.
Namun, perbedaan mencolok antara klaim pemerintah dan kondisi yang disampaikan oleh LSM Garang menunjukkan adanya potensi kesenjangan data di lapangan yang perlu segera diverifikasi secara terbuka dan independen, agar penanganan bencana benar-benar tepat sasaran dan tidak melukai rasa keadilan masyarakat.






