MediaKontras.id | Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/ 2026 M, ratusan masyarakat Kota Langsa menyerbu pasar murah pada kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang di inisiasi oleh Pemerintah Kota Langsa, di pasar Tradisional Gampong Geudubang Aceh, Kecamatan Langsa Baro, Senin, 16 Maret 2026.
Kegiatan ini diperuntukkan bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan sehari – hari, seraya untuk kebutuhan merayakan Hari Raya Idul Fitri yang kian diambang pintu.
“Pemerintah Kota (Pemko) Langsa melakukan Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat menjelang Idul Fitri 1447H,” ujar Plt Kadis Perindagkop dan UKM Kota Langsa, Harris Gusnally SE MH.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Pada kegiatan itu hadir Sekretaris Daerah Kota Langsa Dra Suhartini MPd untuk memantau pelaksanaan pasar murah dengan sebutan Gerakan Pangan Murah tersebut.
Pasar Murah yang digelar oleh Disperindagkop dan UKM Kota Langsa berlangsung selama tiga hari, yaitu pada 13, 15, dan 16 Maret 2026, dengan menyediakan kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) dengan harga subsidi, di antaranya:
• Beras premium 10 kilogram Rp97.000
• Minyak goreng 2 liter Rp34.000
• Gula pasir 2 kilogram Rp28.000
• Telur ayam per papan Rp46.000
Sebelumnya, pasar murah telah dilaksakan pada 15 Maret di Pasar Tradisional Gampong Pondok Pabrik, Kecamatan Langsa Lama. Sementara dihari terakhir pada 16 Maret 2026 dilaksanakan di Pasar Tradisional Langsa Baro, Gampong Geudubang Aceh.
“Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah ini, masyarakat Kota Langsa diharapkan dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H dengan tenang, nyaman, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. [ian]






