BBM Tetap, E10 Digenjot: Strategi Ganda Menuju Kedaulatan Energi Nasional
Jakarta, MediaKontras.id | Pemerintah secara resmi menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan tidak melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April 2026. Keputusan ini mencakup seluruh jenis bahan bakar, baik sektor subsidi maupun non-subsidi, guna memastikan ketahanan konsumsi rumah tangga di tengah dinamika ekonomi global.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menepis kabar burung yang sempat beredar di masyarakat mengenai isu kenaikan harga signifikan pada produk bahan bakar non-subsidi. Beliau menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini adalah memberikan kepastian bagi iklim usaha dan kesejahteraan rakyat.
“Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi. Pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia, namun prioritas utama kami saat ini adalah menjaga stabilitas di tingkat domestik,” tegas Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya, Selasa (31/03/2026).
Rincian Harga BBM Nasional (Berlaku 1 April 2026)
Berdasarkan kebijakan tersebut, struktur harga BBM di SPBU Pertamina tetap mengacu pada tarif sebelumnya:
Jenis Bahan Bakar Status Harga Per Liter.
•Pertalite Subsidi Rp10.000
•Biosolar Subsidi Rp6.800
• Pertamax Series Non-Subsidi Tetap (Tidak Ada Kenaikan)
Menuju Kedaulatan Energi Bersih, Implementasi E10
Langkah diplomatis pemerintah tidak hanya berhenti pada pengendalian harga.
Tahun 2026 dicanangkan sebagai tonggak baru dalam diversifikasi energi. Pertamina kini mengakselerasi perluasan implementasi bahan bakar campuran etanol sebesar 10% atau E10.
Program ini merupakan manifestasi dari komitmen Indonesia dalam memenuhi target Net Zero Emission. Melalui pemanfaatan nabati sebagai campuran bahan bakar fosil, Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan pada impor energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional berbasis komoditas lokal.
Apresiasi dari Generasi Muda, Kebijakan yang memadukan stabilitas harga dengan visi energi hijau ini mendapat sambutan positif. Ketua Milenial Indonesia, Sureza Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis pemerintah yang dianggap responsif terhadap kegelisahan publik.
“Kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam meredam spekulasi.” Sambungnya.
“Keputusan ini adalah bukti bahwa negara hadir untuk melindungi daya beli masyarakat, sekaligus menunjukkan kepemimpinan yang progresif dengan mendorong transisi ke energi yang lebih ramah lingkungan seperti E10,” ungkap Sureza.
Dengan terjaganya harga BBM, diharapkan laju inflasi dapat tetap terkendali, memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kuartal kedua tahun 2026.






