KPA Ziarah Makam Hasan Tiro: Momentum “Sumpah Setia” dan Konsolidasi di Era Mualem

KPA Ziarah Makam Hasan Tiro: Momentum “Sumpah Setia” dan Konsolidasi di Era Mualem

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Aceh Besar, MediaKontras.id | Seribuan anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) dari wilayah Samudera Pase dan Kuta Pase mendatangi kompleks makam deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Teungku Hasan Muhammad di Tiro, di Gampong Meureu, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Kamis, 26 Maret 2026. Ziarah dalam suasana Idulfitri 1447 Hijriah ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus refleksi bagi para mantan kombatan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para mantan pejuang GAM—termasuk para eks-Libya yang memegang peran vital di masa konflik—mulai memadati area pemakaman sejak pagi hari. Ritual ziarah berlangsung khidmat dengan doa bersama yang dipimpin oleh para tokoh KPA.

Usai pembacaan doa, suasana berubah emosional saat para peserta membentangkan bendera Bintang Bulan. Di bawah kibaran bendera tersebut, para mantan kombatan melakukan prosesi sumpah bersama untuk tetap menjaga kekompakan dan merawat damai di Tanah Rencong.

Ketua KPA Wilayah Samudera Pase, Saiful Bahri yang akrab disapa Pon Yaya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas agama, melainkan upaya memperkuat struktur persaudaraan antar-kombatan yang kini telah memasuki dua dekade perdamaian.

“Ini bentuk penghormatan kami kepada almarhum Wali Teungku Hasan Tiro. Momentum Idulfitri ini kami gunakan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memastikan semangat perjuangan demi kepentingan Aceh tetap menyala,” ujar Pon Yaya kepada wartawan.

Eks Ketua DPR Aceh ini juga menggarisbawahi pentingnya persatuan di bawah kepemimpinan Muzakir Manaf alias Mualem, yang kini menjabat sebagai pimpinan daerah sekaligus Ketua KPA Pusat. Menurutnya, implementasi butir-butir MoU Helsinki harus tetap menjadi prioritas dalam pembangunan Aceh ke depan.

“Sekarang saatnya bersatu untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai mandat MoU Helsinki, terlebih di bawah kepemimpinan Mualem saat ini,” tambahnya.

Senada dengan itu, Bendahara KPA Wilayah Kuta Pase, M. Yasir Umar, menyebutkan ziarah ini adalah refleksi atas fondasi yang diletakkan Hasan Tiro. Ia mengajak seluruh anggota KPA untuk bertransformasi dari pejuang senjata menjadi pejuang pembangunan.

“Kita harus mengisi perdamaian dengan kontribusi positif. Fondasi yang dibangun Wali (Hasan Tiro) harus kita jaga dengan menjaga kekompakan di internal KPA,” kata Yasir.

Sementara itu, Ketua KPA Wilayah Aceh Rayeuk, Mukhlis Basyah, selaku tuan rumah, menyambut baik inisiatif ziarah lintas wilayah ini. Ia berharap tradisi ini terus dipertahankan sebagai simbol bahwa kekuatan politik dan sosial mantan kombatan masih solid di akar rumput.

Ziarah ini berakhir dengan tertib menjelang siang hari, meninggalkan pesan kuat tentang posisi tawar KPA yang tetap bersatu di tengah dinamika politik Aceh pasca-konflik.

Topik