Nazaruddin : Dugaan Adanya Oknum Memanfaatkan Situasi Panic Buying

Plt. Kadishub Kota Langsa, Nazaruddin dan Kabag Perekonomian saat meninjau sejumlah SPBU yang ada di Kota Langsa untuk memastikan stok BBM tercukupi dan stop panic buying, Jumat, 6 Maret 2026. Foto/ist.

Nazaruddin : Dugaan Adanya Oknum Memanfaatkan Situasi Panic Buying

Plt. Kadishub Kota Langsa, Nazaruddin dan Kabag Perekonomian saat meninjau sejumlah SPBU yang ada di Kota Langsa untuk memastikan stok BBM tercukupi dan stop panic buying, Jumat, 6 Maret 2026. Foto/ist.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Plt. Kadis Perhubungan Kota Langsa, Nazaruddin SE, menyebut panic buying terhadap antre BBM berindikasi adanya dugaan penimbunan BBM dilakukan oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi.

“Tadi siang saya dan tim termasuk Satpol PP sudah mengecek setiap SPBU di Kota Langsa, bahkan disalah satu SPBU masih tersedia 48.000 Liter,” terang Nazaruddin kepada MediaKontras.id, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurutnya, situasi sekarang ini besar kemungkinan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi. Terlebih bagi mereka para pedagang eceran.

“Ini bisa saja terjadi di daerah pedalaman, warga disana ditakut – takuti akan terjadi kelangkaan BBM sehingga pihak tertentu itu menjual BBM eceran dengan harga tidak wajar,” ungkapnya.

Nazar juga mengatakan, berdasarkan wawancaranya dengan penanggung jawab salah satu SPBU mengaku yang mengantre banyak kendaraan dari luar daerah Kota Langsa.

“Selain itu, kita berharap kepada Satpol- PP untuk melakukan razia terhadap pedangang eceran yang menjual harga tidak wajar,” harap Nazar.

Dirinya mengaku, pihaknya juga mendatangi sejumlah sejumlah pedagang BBM eceran guna memastikan harga jual yang wajar.

Senada Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Langsa. T. Syah Putra, SE, menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melakukan pemantauan dan pengawasan ke enam SPBU di Wilayah Kota Langsa bersama Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Langsa Nazaruddin, SE, Kasubbag Sumber Daya Alam Asmiati, SE dan Staf Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Langsa.

“Pendistribusian BBM dari Pertamina Patra Niaga ke SPBU dalam Wilayah Kota Langsa lancar dan terkendali,” tegas T Syah Putra.

Pemko Langsa juga menyesalkan, akibat isu geopolitik dan isu lainnya, masyarakat menjadi ‘Panic Buying’, sehingga terjadi antrean di SPBU.

Pemko Langsa menghimbau pada seluruh masyarakat untuk tidak panik dan antrea yang dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Stop menimbun BBM berlebihan, Pemko Langsa juga tegaskan pada pedagang eceran untuk tidak menjual dengan tarif berlebihan yang mengakibatkan terjadinya Inflasi, sehingga timbul kerugian perekonomian masyarakat umum.

“Upaya bersama ini diharapkan dapat mengurangi penyalahgunaan dan memastikan BBM bersubsidi sampai kepada yang berhak,” harapnya.

Setelah dilakukan konfirmasi ke pihak Pertamina Patra Niaga, distribusi pasokan BBM dari Pertamina Patra Niaga ke SPBU di Wilayah Kota Langsa dilakukan setiap hari.

“Jadi stok BBM di SPBU akan terjaga dan aman,” urainya.

Berikut Pendistribusian BBM dari Pertamina Patra Niaga ke SPBU dalam Wilayah Kota Langsa dan stok BBM pada SPBU dalam wilayah Kota Langsa :

Terpisah Kasatpol-PP dan WH Kota Langsa, Ali Musafah SE, mengatakan bahwa telah menyisir ke para pedagang eceran yang berada diseputaran Jalan A Yani, Jalan Sudirman hingga ke Jalan Timbang Langsa untuk memastikan tidak ada pedagang eceran BBM yang berbuat nakal untuk menaikkan harga minyak.

“Kita wanti-wanti kepada pedagang eceran tidak melakukan penimbunan BBM dan juga menaikan harga minyak eceran yang dijual di pinggir jalan,” ungkapnya.

Selain itu juga masih kata Ali, malam ini juga tim sudah kita tugaskan agar mengecek para pedangan minyak eceran dari kota hingga ke timur arah Alue Pineung agar tidak ada yang menjual BBM dengan harga tidak normal.

“Intinya pihak Satpol-PP terus mengelar razia kepada para pedagang eceran agar tidak menjual minyak dengan harga tidak normal sebagaimana mustinya,” tandas Ali. [ian]