MediaKontras.id | Innalillahi Wainna illaihi Rajiun, telah berpulang ke rahmatullah, Drs. H. Abdullah Itam, Bsc, MM, 73, salah seorang pendiri Yayasan Cut Nyak Dhien di Langsa, sekira pukul 16.30 wib, di Rumah Sakit Regina Medan – Sumut, Senin, 9 Maret 2026.
Almarhum sebelumnya sudah menjalani perawatan sejak dua minggu terakhir ini dan bahkan sempat dibawa pulang ke Langsa, namun sakit yang didera terpaksa kembali lagi ke Medan untuk perobatan lanjutan.
Mukhtar salah seorang kerabat almarhum, mengatakan bahwa almarhum saat ini dalam perjalanan menuju Kota Langsa untuk disemayamkan sejenak dan nantinya akan di kebumikan di gampong halamanya di Kuta Binjei-Kabupaten Aceh Timur.
“Singgah sebentar dirumah duka di Jalan TM Bahrum, Kecamatan Langsa Baro, yang nantinya akan dikebumikan di Kuta Binjei,” terang Mukhtar.
Masih katanya, memang dalam dua minggu terakhir kondisi almarhum sangat krisis dan segala upaya sudah dilakukan dengan baik oleh pihak keluarga namun Allah berkendak lain dan menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Regina.
Kepergian sosok pimpinan Cut Nyak Dhien membawa duka yang mendalam bagi keluarga besar Cut Nyak Dhien baik di USCND maupun di RSCND Langsa.
Almarhum meninggal anak semata wayang yakni dr Yusuf MM, dan istri Cek Mar (sapaan akrabnya —red), dimana saat ini rumah kediamannya di TM Bahrum telah ramai disesaki warga Langsa untuk menanti ketibaan jenazah.
Berita duka dan kepergian almarhum beredar luas baik melalui berbagai flatfrom media sosial, seperti WhatsApp group, maupun lainnya yang begitu cepat tersebar secara berantai, karena memang almarhum adalah tokoh Langsa yang tak asing lagi di masyarakat Langsa.
“Selamat jalan orang tua kami sekaligus guru bagi kami, teruntai doa kami haturkan kiranya Allah tempatkan didalam surga firdaus,” ucap Renny salah seorang karyawan RSCND Langsa.
Selamat jalan orang baik tempatmu di surga-Nya Allah dan semua amal baiknya akan menjadi lentera penerang di alam kuburmu apalagi di bulan suci Ramadhan 1447 H ini dan kepada segenap keluarga yang ditinggalkan dapat menerima cobaan ini, pintu surga firdaus menantinya. Innalillahi Wainna ilahi raji’un. [ian]






