Jakarta, MediaKontras.id | Bertempat di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Anggota DPR RI Hj. Himmatul Aliyah, S.Sos., M.Si., menggelar agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) pada Minggu (8/2).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam menginternalisasi nilai-nilai fundamental negara kepada generasi Z dan milenial. Keempat pilar tersebut – Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika – ditempatkan sebagai kompas moral dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
Menjaga Relevansi Nilai Kebangsaan
Dalam orasi kebangsaannya, Hj. Himmatul Aliyah menegaskan bahwa mahasiswa bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek sekaligus penjaga gawang persatuan nasional.
“Empat Pilar Kebangsaan bukanlah sekadar slogan formalitas, melainkan fondasi hidup yang menjamin keberlangsungan bangsa di tengah keberagaman. Mahasiswa harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai ini dalam laku keseharian di kampus maupun masyarakat,” ujar srikandi parlemen tersebut.
Beliau juga menyoroti pentingnya ketahanan nasional di era digital, di mana mahasiswa diharapkan menjadi filter terhadap arus informasi yang berpotensi memecah belah persatuan. Melalui pemahaman yang komprehensif, para intelektual muda diharapkan dapat memperkuat kohesi sosial di tengah kemajemukan bangsa.
Agenda yang berlangsung di Jl. Cempaka Putih Tengah ini berjalan dengan atmosfer dialogis. Para mahasiswa UMJ dan STIAMI menunjukkan antusiasme tinggi melalui sesi tanya jawab yang kritis, terutama mengenai tantangan penerapan nilai Pancasila dalam kebijakan publik dan kehidupan berorganisasi.
Poin Utama Sosialisasi:
Internalisasi Pancasila: Menjadikan nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan sebagai landasan berpikir.
Ketaatan Hukum: Memahami konstitusi UUD 1945 sebagai koridor bertindak.
Kesadaran Teritorial: Menjaga keutuhan NKRI dari ancaman disintegrasi.
Harmoni dalam Perbedaan: Merawat semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekayaan bangsa.
Melalui momentum ini, diharapkan civitas akademika dari kedua perguruan tinggi tersebut dapat menjadi duta-duta kebangsaan yang mampu mentransformasikan nilai-nilai luhur menjadi aksi nyata, demi mewujudkan visi Indonesia Emas yang bersatu dan berdaulat.






