MediaKontras.id | Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Aceh Barat dengan tegas mengecam segala bentuk perbuatan maksiat yang terjadi selama bulan suci Ramadhan di wilayah Meulaboh, yang dikenal sebagai Bumi Teuku Umar.
Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, ampunan, dan momentum untuk meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, sangat disayangkan apabila masih ditemukan aktivitas-aktivitas yang mencederai kesucian bulan suci, baik dalam bentuk praktik perjudian, peredaran minuman keras, penyalahgunaan narkoba, maupun bentuk kemaksiatan lainnya.
Sekretaris GP Ansor Aceh Barat Putra Almardhatillah menyampaikan bahwa pihaknya menilai tindakan-tindakan tersebut tidak hanya melanggar norma agama dan adat istiadat Aceh, tetapi juga mencederai marwah daerah yang selama ini dikenal sebagai Serambi Mekkah.
Kami mengecam keras segala bentuk kemaksiatan yang terjadi di bulan Ramadhan. Ini adalah bulan suci yang harus dihormati bersama. Jangan nodai kesucian Ramadhan dengan perbuatan yang merusak moral dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
GP Ansor Aceh Barat juga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan serta penindakan secara tegas dan terukur terhadap pelaku-pelaku maksiat, demi menjaga ketentraman dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.
Selain itu, GP Ansor mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga suasana Ramadhan agar tetap kondusif, aman, dan penuh keberkahan.
Sebagai organisasi kepemudaan Islam, GP Ansor Aceh Barat berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai keislaman, akhlak generasi muda, serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik-praktik maksiat.
Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momentum perbaikan moral dan spiritual bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Aceh Barat.






