Soroti Dinamika Internal PII, Ketua II PB PII: Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Tertib Organisasi

Ketua II Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) Yusuf Wicaksono. [ Foto: Ist ]

Soroti Dinamika Internal PII, Ketua II PB PII: Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Tertib Organisasi

Ketua II Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) Yusuf Wicaksono. [ Foto: Ist ]

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Jakarta, MediaKontras.id | Ketua II Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) Yusuf Wicaksono, menegaskan bahwa dinamika dan perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar selama tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku serta tidak menjatuhkan pihak lain maupun memecah belah persatuan.

 

Menurutnya, konflik yang sehat justru dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi, selama dikelola dengan etika dan tanggung jawab bersama.

 

“Dalam berorganisasi, perbedaan itu hal biasa. Yang tidak boleh adalah ketika konflik berubah menjadi upaya saling menjatuhkan, mengadu domba, atau memecah belah. Itu jelas bertentangan dengan semangat kebersamaan yang kita bangun,” tegasnya.

 

Ia juga menegaskan bahwa bidang yang memiliki mandat dalam pembinaan dan pengembangan organisasi mengecam keras segala bentuk tindakan yang mengarah pada perpecahan internal. Praktik-praktik yang melemahkan soliditas organisasi, menurutnya, tidak boleh dibiarkan berkembang.

 

“Kami mengecam keras segala bentuk upaya mengadu domba dan memecah belah. Organisasi harus dijaga dengan semangat persatuan, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” ujarnya.

 

Ke depan, PB PII berkomitmen untuk merangkul seluruh elemen organisasi tanpa terkecuali. Langkah-langkah yang dilakukan diarahkan untuk menjaga ketertiban administrasi, memperkuat tata kelola, serta memastikan organisasi berjalan sesuai prinsip kelembagaan yang sehat.

 

“Kami ingin memastikan organisasi berjalan tertib secara administrasi dan kuat secara kelembagaan. Tidak ada kepentingan pribadi, yang ada hanya kepentingan bersama untuk menjaga keberlangsungan organisasi,” tambahnya.

 

Sebagai penegasan sikap, ia menekankan bahwa organisasi lahir dari semangat persatuan sehingga segala bentuk upaya pengambilalihan kepemimpinan secara tidak sah tidak dapat dibenarkan.

 

“Kita berasal dari persatuan. Karena itu, segala bentuk pengkudetaan harus ditolak. Yang dibutuhkan adalah jiwa perjuangan dan komitmen untuk terus menyatukan, bukan memisahkan,” tutupnya.

Topik