Kementerian Kebudayaan Bersama Disdikbud Bersihkan 7 Cagar Budaya Terdampak Banjir di Langsa

Tampak Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan wil I bersama Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa saat membersihkan tujuh Cagar Budaya (CB) dan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang ada di Kota Langsa, Kamis, 1 Januari 2026. Foto/Rapian.

Kementerian Kebudayaan Bersama Disdikbud Bersihkan 7 Cagar Budaya Terdampak Banjir di Langsa

Tampak Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan wil I bersama Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa saat membersihkan tujuh Cagar Budaya (CB) dan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang ada di Kota Langsa, Kamis, 1 Januari 2026. Foto/Rapian.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan wil I bersama Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Langsa membersihkan tujuh Cagar Budaya (CB) dan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang ada di Kota Langsa, Kamis, 1 Januari 2026.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I, Piet Rusdi S.Sos, mengatakan bahwa respon cepat ini adalah upaya dalam menjaga cagar budaya yang ada di Kota Langsa yang musti diselamatkan.

“Respon cepat dan terarah dalam melindungi objek-objek yang diduga cagar budaya terdampak bencana banjir yang menerpa Kota Langsa pada bulan November lalu,” ujar Piet Rusli.

Selain itu juga langkah sigap tersebut menegaskan kehadiran negara tidak hanya dalam upaya penyelamatan manusia dan infrastruktur, tetapi juga dalam menjaga ingatan kolektif bangsa yang terwujud melalui tinggalan budaya.

Di saat alam menguji ketahanan masyarakat, negara juga hadir memastikan warisan sejarah tidak ikut hilang tersapu bencana.

“Program penanggulangan kebudayaan darurat ini difokuskan pada penyelamatan awal, pengamanan, serta penanganan darurat terhadap objek-objek bernilai sejarah yang memiliki arti penting bagi identitas dan perjalanan peradaban masyarakat di Kota Langsa,” ulasnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa serta menggandeng Center for Information of Sumatra Pasai Heritage (CISAH) sebagai tenaga ahli sekaligus pengarah kegiatan di lapangan.

Kegiatan ini juga didukung oleh beberapa unsur serta partisipasi aktif masyarakat di sekitar situs. Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, komunitas kebudayaan, dan masyarakat dalam menghadapi situasi saat ini.

Sementara itu, Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE, melalui Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa, Bobby Edwin, ST, menjelaskan pembersihan cagar budaya ini dilakukan di 7 titik lokasi CB dan ODCB yang ada di Kota Langsa selama dua hari yakni Kamis hingga Jumat (1-2/1/2026).

Adapun sasaran tim yakni diantaranya :
1. Balee Juang Museum Kota Langsa.
2. Bangunan SD.1 Langsa Periode Kolonial 1900.
3. Bangunan Kolonial Kantor Satpol PP/Wh Kota Langsa.
4. Gedung Pendopo Kota Langsa.
5. Asrama Batu.
6. Gedung Dekranasda Kota Langsa.
7. Bangunan Kolonial SMP 1.

“Kami sangat apresiasi atas pelaksanaan penanggulangan bencana kebudayaan darurat ini. Menurutnya, langkah yang diambil Kementerian Kebudayaan merupakan gerakan yang terarah dan memberikan manfaat besar bagi pelestarian kesejarahan di Kota Langsa,” jelas Bobby.

Pun demikian, kegiatan ini adalah langkah nyata yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan nilai-nilai sejarah dan budaya di Langsa untuk masa yang akan datang.

Hal lain juga, Bobby, menyampaikan apresiasi kepada CISAH ia menilai fasilitasi yang dilakukan Kementerian Kebudayaan sangat baik dalam kondisi darurat pascabencana.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan responsif yang dilakukan Kementerian Kebudayaan. Fasilitasi ini sangat penting sebagai upaya penyelamatan awal terhadap objek-objek budaya yang terdampak bencana, agar tidak mengalami kerusakan yang lebihparah atau bahkan hilang selamanya,” ungkapnya.

la menambahkan, keterlibatan langsung pemerintah pusat dalam penanganan kebudayaan darurat memberikan harapan baru bagi keberlanjutan pelestarian warisan sejarah di Langsa, sekaligus memperkuat peran komunitas dan lembaga kebudayaan lokal dalam menjaga dan merawat tinggalan budaya.

“Melalui fasilitasi penanggulangan bencana kebudayaan ini, Kementerian Kebudayaan berharap terbangun
sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat dalam melindungi warisan budaya bangsa, sehingga nilai sejarah dan identitas lokal tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” tandasnya. [ian]