Unsam dan Unja Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah di Aceh Tamiang

Rektor Unsam, Prof. Hamdani, dan Rektor Unja, Prof. Helmi saat menyalurkan bantuan peralatan sekolah di SMPN 1 Karang Baru serta SDN 1 Karang Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat, 23 Januari 2026. Foto/ist.

Unsam dan Unja Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah di Aceh Tamiang

Rektor Unsam, Prof. Hamdani, dan Rektor Unja, Prof. Helmi saat menyalurkan bantuan peralatan sekolah di SMPN 1 Karang Baru serta SDN 1 Karang Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat, 23 Januari 2026. Foto/ist.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Universitas Samudra (Unsam) Langsa bersama Universitas Jambi (Unja) yang tergabung dalam konsorsium perguruan tinggi serta didukung Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unja dan DWP Unsam Langsa menyalurkan bantuan peralatan sekolah untuk pemenuhan kebutuhan dunia pendidikan yang menyasar sekolah terdampak banjir parah di Bumi Muda Sedia.

Bantuan kolaborasi dua universitas tersebut ditujukan untuk SMPN 1 Karang Baru dan SDN 1 Karang Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat, 23 Januari 2026.

Rektor Unsam, Prof. Dr. Ir. Hamdani, MT, mengatakan bantuan peralatan sekolah ini merupakan wujud kepedulian civitas akademika dalam mendukung pemulihan proses belajar mengajar pascabencana.

Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar pendidikan agar aktivitas pembelajaran dapat segera pulih. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi meja lipat, tas sekolah, alat tulis, Alquran, serta seragam sekolah bagi para siswa yang terdampak banjir bandang.

Prof Hamdani juga menegaskan bahwa Universitas Samudra terus komitmennya untuk berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, khususnya dalam mendukung pemulihan sektor dunia pendidikan.

“Diharapkan bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi penyemangat bagi para siswa untuk kembali menatap masa depan dengan optimisme,” ucap Prof Hamdani sembari menyerahkan bantuan tersebut.

Senada Rektor Unja, Prof. Dr. Helmi, SH, MH, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi terhadap masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

“Selama ini kami melihat dampak bencana melalui media, namun setelah turun langsung kami menyadari bahwa dampaknya sangat besar terhadap pendidikan dan aktivitas masyarakat. Atas nama sivitas akademika Universitas Jambi dan bersama Universitas Samudra serta Dharma Wanita, kami berharap bantuan ini dapat membantu siswa untuk bangkit dan kembali belajar dengan baik,” pintanya.

Lebih lanjut, Prof Helmi, juga menyampaikan keprihatinan atas kondisi pascabencana yang hingga kini masih dalam proses pemulihan, serta berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI dan masyarakat, dapat mempercepat penanganan pascabencana.

“Sejatinya Aceh Tamiang ini harus bangkit menatap masa depan yang cerah, begitu juga para siswa harus kita motivasi agar bisa terus belajar karena mereka adalah tongkat estafet bagi negeri ini,” ungkap Prof Helmi menghela napas panjangnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Karang Baru, Edi Wahyudi, S.Pd, MM, menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada Unsam dan Unja yang telah memberikan bantuan kepada peserta didiknya.

Lebih lanjut, Ia pun menyebutkan bahwa hampir seluruh siswa terdampak banjir dan bantuan ini sangat membantu keberlangsungan proses kegiatan belajar mengajar.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sekolah kami merupakan salah satu SMP dengan jumlah siswa terbanyak dan sebagian besar terdampak banjir. Saat ini banyak siswa yang masih berada di hunian sementara. Bantuan peralatan dan seragam sekolah ini sangat membantu dan menambah semangat belajar anak-anak,” lirih Edi.

Masih kata Edi, pihak sekolah sangat berharap adanya keterlibatan mahasiswa dapat membantu proses belajar mengajar di sekolahnya, kerena saat ini para dewan guru masih melakukan penyesuaian secara bertahap pascabencana bahkan adanya yang masih tinggal di hunian sementara.

“Kami bermohon pada pihak universitas dapat mengutus beberapa mahasiswa untuk bisa ikut andil memberikan pembelajaran di sekolah sembari menunggu para dewan guru aktif secara keseluruhan,” pinta Edi dengan nada rendah. [ian]