Dosen Universitas Samudra Salurkan Obat Gatal untuk Warga Terdampak Banjjir di Aceh Tamiang

Dosen Universitas Samudra Salurkan Obat Gatal untuk Warga Terdampak Banjjir di Aceh Tamiang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Tim dosen dari Universitas Samudra melaksanakan kegiatan tanggap darurat pascabanjir melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 13–14 Februari 2026.

Kegiatan yang diketuai Rahayu bersama tiga mahasiswa itu mengusung tema “Tanggap Darurat Pasca Banjir Melalui Pengadaan Obat Gatal dan Minyak Herbal”. Program difokuskan pada penanganan keluhan kesehatan warga, khususnya gangguan kulit seperti gatal-gatal dan iritasi akibat terendam air banjir dalam waktu lama.

Pada hari pertama, tim berkoordinasi dengan aparatur desa untuk mendata warga terdampak. Bantuan berupa obat gatal dan minyak herbal kemudian disalurkan secara langsung, dengan prioritas kepada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

“Kami melihat banyak warga mengeluhkan gatal-gatal setelah banjir surut. Karena itu, kami berupaya menghadirkan solusi cepat dan sederhana yang bisa langsung dirasakan manfaatnya,” kata Rahayu di sela kegiatan, Sabtu (14/2/2026).

Selain distribusi bantuan, tim juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan guna mencegah infeksi kulit pascabanjir. Edukasi dilakukan secara langsung kepada warga di lokasi pengungsian dan rumah-rumah terdampak.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini, menurut Rahayu, merupakan bagian dari pembelajaran lapangan untuk meningkatkan kepedulian sosial dan kesiapsiagaan menghadapi situasi kebencanaan.

Melalui kegiatan tersebut, Universitas Samudra menyatakan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat. Program PKM ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam memberikan dukungan langsung kepada warga terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Topik