Dosen Unsam PKM Penguatan Pemulihan Literasi Kebencanaan Siaga Sains

Ketua tim dosen Program Studi Pendidikan Fisika, Rizky Nafaida, S.Pd., M.Pd, dengan melibatkan tiga mahasiswa saat pelaksaan PKM pemulihan literasi kebencanaan masyarakat terdampak banjir bandang di Kampung Matang Gisa, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Foto/ist.

Dosen Unsam PKM Penguatan Pemulihan Literasi Kebencanaan Siaga Sains

Ketua tim dosen Program Studi Pendidikan Fisika, Rizky Nafaida, S.Pd., M.Pd, dengan melibatkan tiga mahasiswa saat pelaksaan PKM pemulihan literasi kebencanaan masyarakat terdampak banjir bandang di Kampung Matang Gisa, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Foto/ist.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Dosen Universitas Samudra Langsa melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai upaya pemulihan literasi kebencanaan masyarakat terdampak banjir bandang di Kampung Matang Gisa, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin, 16 Februari 2026 lalu.

Pelaksanaan kegiatan ini bertajuk “Pendampingan SIAGA-SAINS untuk Pemulihan Literasi Kebencanaan Masyarakat Pascabanjir Bandang di Matang Gisa Kecamatan Manyak Payed.” dengan memanfaatkan lokasi yang aman dan representatif di tengah kondisi wilayah yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

Ketua tim dosen Program Studi Pendidikan Fisika, Rizky Nafaida, S.Pd., M.Pd, dengan melibatkan tiga mahasiswa sebagai anggota tim, yaitu Shela Andani Ritonga (NIM 230407006), Lili Indah Triana (NIM 230407011), dan Sova Marwah Nasution (NIM 230407012).

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat, khususnya anak-anak, dalam memahami dan menghadapi risiko bencana.

“Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak usia SD dan SMP, yang terdampak banjir bandang baik dari sisi pengetahuan maupun kesiapsiagaan,” katanya.

Kemudian, melalui pendekatan SIAGA-SAINS, pembelajaran kebencanaan dikemas berbasis sains sederhana yang interaktif dan menyenangkan, sehingga peserta dapat memahami konsep bencana banjir, mengenali tanda-tanda alam, serta mengembangkan sikap tanggap dan waspada tanpa menimbulkan rasa takut berlebihan.

“Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya literasi kebencanaan sebagai bagian dari upaya mitigasi jangka panjang,” jelasnya.

Selanjutnya, tim melaksanakan kegiatan inti berupa pendampingan edukatif kepada peserta melalui penyampaian materi, penggunaan media pembelajaran SIAGA-SAINS, serta pelaksanaan games edukatif yang mendorong partisipasi aktif.

“Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan penyaluran bantuan perlengkapan sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan aktivitas belajar anak-anak pascabencana,” pungkasnya. [ian]