DPN TMI: MBG Sangat Berpihak pada Penguatan Peran Perempuan di Sektor Ketahanan Keluarga

DPN Tani Merdeka Indonesia (TMI) Rahmatun Phounna. [Foto; Ist]

DPN TMI: MBG Sangat Berpihak pada Penguatan Peran Perempuan di Sektor Ketahanan Keluarga

DPN Tani Merdeka Indonesia (TMI) Rahmatun Phounna. [Foto; Ist]

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Jakarta, MediaKontras.id |Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia (TMI) menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo merupakan kebijakan strategis yang berpihak pada penguatan peran perempuan, khususnya dalam sektor ketahanan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Ketua bidang perlindungan hak Dan kesetaraan perempuan DPN Tani merdeka Indonesia (TMI) Rahmatun Phounna, Sabtu (28/02/2026) dalam keterangannya menyampaikan bahwa MBG tidak hanya dimaknai sebagai program pemenuhan gizi bagi anak-anak dan pelajar, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan sosial ekonomi perempuan.

“Program ini memiliki efek berganda. Selain meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda, MBG juga membuka ruang partisipasi aktif perempuan dalam rantai produksi, pengolahan, hingga distribusi pangan,” ujarnya.

 

Menurutnya, peran perempuan sebagai pilar utama ketahanan keluarga sangat strategis. Dalam konteks sosial Indonesia, perempuan khususnya ibu rumah tangga memegang kendali dalam pengelolaan konsumsi, pendidikan anak, serta stabilitas ekonomi keluarga. Dengan adanya MBG, beban pengeluaran keluarga untuk kebutuhan gizi anak dapat ditekan, sehingga daya tahan ekonomi rumah tangga menjadi lebih kuat.

 

Lebih lanjut, pihaknya juga menilai bahwa implementasi MBG yang melibatkan UMKM, koperasi, serta kelompok usaha berbasis komunitas akan memperluas kesempatan kerja bagi perempuan. Skema dapur umum, penyedia bahan pangan lokal, hingga pengolahan makanan dinilai berpotensi menyerap tenaga kerja perempuan secara signifikan, terutama di tingkat desa dan kelurahan.

 

“Ketahanan keluarga adalah fondasi ketahanan nasional. Ketika perempuan diperkuat perannya melalui kebijakan yang konkret, maka negara sedang membangun masa depan yang lebih sehat dan produktif,” tambah Phounna.

 

Selain itu, Meskipun dalam proses perjalanan saat ini MBG masih mengalami beberapa kekurangan dilapangan. Namun proses evaluasi juga perlu dilakukan bukan berarti Programnya yang harus ditiadakan. Pihaknya juga mendorong agar pelaksanaan MBG dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas. Pengawasan publik dan kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Sebagai organisasi kepemudaan disektor pangan, kami menyatakan komitmennya untuk turut mengawal dan mendukung program-program strategis pemerintah yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya yang menyentuh kepentingan perempuan dan keluarga”, Tutupnya.

Topik