Jakarta,MediaKontras.id|Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) melalui Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan memamerkan produk kopi hasil hilirisasi pertanian karya pelajar kepada Andi Amran Sulaiman. Produk tersebut merupakan bagian dari Program Penumbuhan Wirausaha Petani Pelajar (PWPP) yang digagas PB PII untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda melalui sektor pertanian.
Ketua Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan PB PII, Wahyu Mukhtar Asafurla, mengatakan produk kopi yang dibawa merupakan bukti nyata bahwa pelajar mampu mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.
“Produk ini merupakan hasil hilirisasi yang dilakukan pelajar dari bahan mentah hasil tani hingga menjadi produk siap pasar. Kami ingin menunjukkan bahwa pelajar tidak hanya berbicara tentang ide, tetapi juga mampu menghasilkan karya nyata,” ujar Wahyu saat ditemui di Jakarta.
Menurut Wahyu, inisiatif tersebut sejalan dengan visi Kementerian Pertanian yang mendorong regenerasi petani serta penguatan sektor pertanian berbasis teknologi dan inovasi. Ia berharap karya pelajar ini dapat memperoleh perhatian dan dukungan dari pemerintah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Program PWPP yang dijalankan PB PII memiliki tiga fokus utama. Pertama, edukasi agropreneur yang memberikan pemahaman bisnis pertanian dari hulu hingga hilir. Kedua, penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kualitas, masa simpan, dan nilai jual hasil panen. Ketiga, penguatan akses pasar melalui jejaring distribusi yang lebih luas.
Wahyu menilai hilirisasi menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong kemandirian ekonomi di sektor pertanian. Dengan membekali pelajar kemampuan mengolah hasil tani sejak dini, diharapkan lahir wirausaha muda yang mampu menggerakkan ekonomi desa.
“Pelajar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen. Melalui hilirisasi pertanian, pelajar dapat berkontribusi pada penguatan ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.
PB PII berharap program PWPP dapat berkembang menjadi model percontohan di tingkat nasional. Organisasi tersebut juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, serta sektor swasta untuk memperluas pembinaan wirausaha pelajar di berbagai daerah di Indonesia.






