PD PII Ternate: Muktamar Jakarta Dinilai Menyimpang dari Konstitusi Organisasi

Ketua Umum PD PII Kota Ternate, Nabil Hardi. (Foto: Ist)

PD PII Ternate: Muktamar Jakarta Dinilai Menyimpang dari Konstitusi Organisasi

Ketua Umum PD PII Kota Ternate, Nabil Hardi. (Foto: Ist)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Ternate, MediaKontras.id | Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Ternate menilai pelaksanaan muktamar yang digelar di Jakarta pada 28 November–2 Desember menyimpang dari konstitusi organisasi. Forum tersebut sebelumnya menetapkan Kevin Prayoga sebagai Ketua Formatur.

Ketua Umum PD PII Kota Ternate, Nabil Hardi, menyatakan bahwa forum tersebut tidak memiliki dasar konstitusional dan dinilai bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pelajar Islam Indonesia.

Menurut Nabil, penyelenggaraan Muktamar Nasional hanya dapat dilakukan oleh Pengurus Besar yang sah sebagaimana diatur dalam ART PII Bab II tentang Struktur Kekuasaan Pasal 13 Ayat 3.

“Dalam struktur organisasi, Pengurus Wilayah tidak memiliki mandat konstitusional untuk menyelenggarakan Muktamar Nasional,” kata Nabil dalam keterangannya, kamis, (05/ Maret/2026).

Ia menilai keterlibatan PW PII Jakarta bersama sejumlah kader yang memfasilitasi dan memobilisasi pengurus wilayah untuk menyelenggarakan muktamar di Jakarta merupakan tindakan yang melampaui kewenangan organisasi.

Menurutnya, tindakan tersebut seharusnya mendapatkan sanksi organisasi sesuai mekanisme yang berlaku.

Nabil menegaskan bahwa muktamar bukan sekadar forum politik internal, melainkan amanat konstitusi organisasi yang harus dilaksanakan sesuai dengan AD/ART serta ketetapan resmi organisasi.

“Jika keputusan Sidang Dewan Pleno Nasional (SDPN) dapat diabaikan, maka hal itu merupakan pengkhianatan terhadap konstitusi organisasi,” ujarnya dalam keterangan.

Ia juga menilai pelaksanaan muktamar di Jakarta berpotensi menciptakan perpecahan serta preseden buruk dalam tata kelola organisasi.

PD PII Ternate, lanjut Nabil, mengingatkan kepada seluruh pengurus di tingkat Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Daerah (PD), Pengurus Komisariat (PK), hingga Pengurus Wilayah Luar Negeri (PWLN) agar tetap berpegang pada ketetapan organisasi.

Menurutnya, kepemimpinan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia saat ini berada di bawah Ketua Umum Amsal Alfian yang terpilih melalui Muktamar XXXIII di Palembang, Sumatera Selatan, sesuai amanat Sidang Dewan Pleno Nasional (SDPN).

“Karena itu kami mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga soliditas organisasi dan berpegang pada konstitusi PII,” kata Nabil.

Topik