Ketua STAI Aceh Tamiang Lulus Sertifikasi BPIP-RI

Ketua STAI Aceh Tamiang, Dr Rizki Maulana Sos, SH, MSP, MH, saat menerima kelulusan sertifikasi dari BPIP RI, Foto/ist.

Ketua STAI Aceh Tamiang Lulus Sertifikasi BPIP-RI

Ketua STAI Aceh Tamiang, Dr Rizki Maulana Sos, SH, MSP, MH, saat menerima kelulusan sertifikasi dari BPIP RI, Foto/ist.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Aceh Tamiang (STAI-AT), Dr Rizki Maulana Sos, SH, MSP, MH, dinyatakan lulus Sertifikasi Penceramah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP-RI) Angkatan I Tahun 2025.

Sertifikasi tingkat Madya berlangsung pada 19-23 Agustus 2025 lalu, dengan kelulusan berdasarkan SK Kepala BPIP No. 48 Tahun 2025 Tentang Penceramah Kualifiksi Madya Ak. I Tahun 2025 yang ditanda tangani Ketua BPIP-RI. Sertifikat kelulusan tersebut berlaku selama empat tahun.

Dr Rizki, kepada MediaKontras.id, Rabu, 28 Januari 2026, menyampaikan bahwa kelulusan ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Sebagai akademisi dengan spesifikasi keahlian Demokrasi Pancasila menjadi sebuah keharusan bagi saya,” ujar Rizki yang juga Ketua DPD II KNPI Kota Langsa itu.

Masih katanya, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti Diklat Training of Trainers (ToT) BPIP RI dapat memberikan manfaat, baik bagi institusi, pengembangan diri, maupun mahasiswa.

“Diklat tersebut berlangsung hampir sepekan dan menjadi bagian penting dari proses sertifikasi,” ungkapnya.

Proses seleksi peserta Sertifikasi Penceramah BPIP RI diketahui berlangsung panjang dan ketat. Pendaftaran dilakukan sejak 2024 dan dilanjutkan dengan pemanggilan diklat pada 2025. BPIP RI juga bekerja sama dengan Badan Intelijen Nasional (BIN) untuk menelusuri rekam jejak calon peserta.

Dalam sistem BPIP RI, peserta dari instansi pemerintah disebut Maheswara, sedangkan peserta dari non-instansi pemerintah disebut Penceramah. Kategori penceramah ini terbagi dalam tiga tingkatan, yakni Pratama, Madya, dan Utama.

“Kelulusan ini diharapkan dapat memperkuat peran STAI-AT dalam penguatan ideologi Pancasila, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat,” pungkasnya. [ian]