MWC NU Air Sugihan dan Ansor–Banser Aceh Utara Doa Bersama untuk Pemulihan Aceh

Suasana doa bersama dan santunan 100 anak yatim-piatu yang digelar Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Aceh Utara bersama MWC NU Air Sugihan di Desa Meunasah Asan, Lhoksukon, sebagai ikhtiar keselamatan dan pemulihan Aceh dari bencana banjir dan longsor. (Ft: Ist)

MWC NU Air Sugihan dan Ansor–Banser Aceh Utara Doa Bersama untuk Pemulihan Aceh

Suasana doa bersama dan santunan 100 anak yatim-piatu yang digelar Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Aceh Utara bersama MWC NU Air Sugihan di Desa Meunasah Asan, Lhoksukon, sebagai ikhtiar keselamatan dan pemulihan Aceh dari bencana banjir dan longsor. (Ft: Ist)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Lhoksukon, MediaKontras.id | Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Air Sugihan bersama Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (GPA-Banser) Aceh Utara menggelar doa bersama dan santunan anak yatim-piatu bertepatan dengan malam Nisfu Syakban, di Desa Nga LB, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menebar Kasih Bersama Anak Yatim untuk Keselamatan dan Pemulihan Bumi Serambi Mekkah dari Banjir dan Longsor”. Sebanyak 100 anak yatim-piatu menerima santunan dalam suasana yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Doa bersama ini menjadi ikhtiar spiritual sekaligus wujud solidaritas kemanusiaan atas musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Para peserta tampak larut dalam munajat, memohon keselamatan, ketabahan, serta pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Aceh Utara, Adni Fajri, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan refleksi nilai-nilai keagamaan yang berpadu dengan kepedulian sosial.

“Di tengah bencana, kita tidak cukup hanya menguatkan fisik, tetapi juga perlu meneguhkan batin dan kepedulian. Doa bersama dan santunan anak yatim ini adalah ikhtiar merawat kemanusiaan, sekaligus pengingat bahwa keselamatan bumi sangat bergantung pada sikap kita menjaga sesama dan lingkungan,” ujar Adni.

Menurutnya, momentum malam Nisfu Syakban menjadi ruang refleksi bersama untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

“Kami meyakini, kasih sayang yang ditanam dengan tulus – terutama kepada anak-anak yatim – akan menjadi doa yang hidup bagi keselamatan Aceh dan pemulihan negeri ini,” tambahnya.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pengurus NU setempat serta partisipasi masyarakat Desa Nga LB sehingga acara dapat berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan hingga selesai.

Wakil Ketua Bidang Keagamaan Gerakan Pemuda Ansor Aceh Utara, Gus Reza Koysi, menuturkan bahwa malam Nisfu Syakban memiliki makna spiritual yang kuat sebagai ruang muhasabah dan doa bersama bagi umat.

Menurutnya, menyantuni anak yatim pada malam yang mulia tersebut bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan pesan moral tentang keberpihakan sosial.

“Anak-anak yatim adalah pengingat nurani kita. Dengan merawat mereka, kita sedang menanam harapan, sekaligus memohon agar Allah SWT menurunkan kasih sayang-Nya bagi bumi Serambi Mekkah yang sedang diuji,” ujarnya.

Topik