Oleh : Cut Reysa Nadhira
SUMBARAT fajar terlihat di ufuk timur, sembulan cahayanya menyinari seantero jagat alam ini, udara nun sejuk kian terasa hangat hantarkan pagi itu.
Kisaran pukul 06.30 wib, udara segar terasa bak untaian salju menyusuk rongga udara yang memberikan kebugaran tubuh.
Hiruk pikuk dan deru kenderaan bising tak terdengar lagi disekitaran Lapangan Merdeka Langsa sebagai jantungnya pusat pemerintahan Kota Langsa, maklum hari itu tepat Minggu, 19 April 2026 adalah hari Car Free Day (CFD) yang ditetapkan pemerintah sebagai hari bebas kendaraan.
Pagi itu juga sebagai momen berolahraga warga Langsa yang notabenenya telah lama pudar akibat bencana banjir bandang yang menerpa Aceh begitu juga dengan Kota Langsa yang ikut terhempas musibah.
Pascabanjir semua kehidupan dan sendi sosial terdampak, begitu juga Lapangan Merdeka Langsa terpenuhi oleh lumpur bak kota lumpur terkena dampak banjir pada November 2025 silam.
Namun, seiring waktu lewat tangan dinginnya Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE, kini tatanan kehidupan sosial terus berbenah kearah yang positif, begitu juga dengan program Car Free Day ini terus digaungkan agar warga dapat menghirup udara segar jauh dari kebisingan.
Kini CFD terus digalakkan oleh pemerintah setempat, berbagai terobosan pun digagas agar warga Langsa bisa menikmati waktu singkat pada pagi hari dengan bersama keluarga berolahraga sembari menikmati eloknya suasana pagi yang bersih udara.
Sejak fajar terlihat kawasan ini berubah menjadi ruang kebersamaan. Anak-anak berlarian riang, para orang tua berjalan santai, sementara kelompok masyarakat tampak antusias mengikuti senam sehat. Tawa dan sapa hangat antar warga menciptakan suasana yang tidak hanya hidup, tetapi juga penuh keakraban.
Kini CFD menjadi simbol bangkitnya semangat masyarakat pascabencana, dan merupakan sebuah ruang untuk kembali merajut kebersamaan, menguatkan harapan, dan memulai langkah baru menuju kehidupan yang lebih sehat.
Selain berolahraga dan bersosialisasi, warga juga memanfaatkan layanan pengecekan kesehatan gratis yang tersedia di lokasi. Fasilitas ini menjadi bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuh mereka.
Ditengah ramainya warga yang sedang joging atau lari-lari kecil, terlihat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Langsa, Ade Putra Wijaya Siregar, ST, MM, yang menyampaikan bahwa kegiatan CFD merupakan bagian dari 22 program unggulan “Langsa Juara” di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Lota Langsa, Jeffry–Haikal akan terus bangkitkan tatanan kehidupan sosial.
“Melalui CFD, Pemerintah Kota Langsa ingin menghadirkan ruang publik yang sehat, inklusif, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” katanya sembari berjalan santai.
Tak hanya ia, juga terlihat Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Langsa, Nazaruddin SE, juga menyertakan pernyataannya bahwa dengan adanya CFD di Kota Langsa diharapkan tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pola hidup sehat.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai tantangan, kebersamaan adalah kekuatan utama untuk bangkit dan melangkah ke depan.
Kiranya Car Free Day yang dianggap program sebelah mata oleh segelintir orang, namun dengan adanya antusias warga yang kini menikmati CFD hadir kembali di Lapangan Merdeka Langsa akan tuai keberkahan.
Langkah kecil ini kedepanya akan menjadi langkah serempak, ketika kita bisa bersama menghadirkan kekompakan yang bermuara pada pola pikir yang sehat pula. Semoga saja.






