Geger, Seorang Lansia di Langsa Ditemukan Meninggal Dunia

Tampak jenazah Amri saat dibawa dengan ambulans untuk dilakukan visum ke RSUD Langsa, Sabtu, 18 April 2026. Foto/ist.

Geger, Seorang Lansia di Langsa Ditemukan Meninggal Dunia

Tampak jenazah Amri saat dibawa dengan ambulans untuk dilakukan visum ke RSUD Langsa, Sabtu, 18 April 2026. Foto/ist.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

 

MediaKontras.id | Geger, seorang warga Gampong Alue Dua Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, bernama Amri, 60, ditemukan meninggal dunia seorang diri didalam rumahnya, dalam kondisi sudah mengeluarkan bau tak sedap, Sabtu, 18 April 2026 petang.

‎Kapolres Langsa melalui Kapolsek Langsa Barat, AKP Nirwan Novri, menjelaskan penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh saksi yang merupakan warga setempat yang mendapat kabar tentang aroma busuk dari sekitar rumah korban.

‎”Sekira pukul 17.35 WIB,  saksi mendengar ada bau busuk dari seseorang yang memanen sawit di dekat rumah almarhum,” katanya.

‎Selanjutnya, bersama saksi-saksi lainnya, mereka memeriksa rumah korban dengan mengintip melalui jendela kaca. Dari sana, terlihat korban berada di atas tempat tidur, terbaring di dalam kelambu, dengan posisi yang hanya memperlihatkan kakinya.

‎”Atas temuan itu para saksi langsung melaporkan kepada kepada dusun yang diteruskan Polsek Langsa Barat guna tindakan lebih lanjut,” terang Novri.

‎Lanjutnya, adapun keterangan dari pihak keluarga, selama ini korban tinggal sendirian dirumahnya sejak lama. Almarhum diketahui pernah dirawat di rumah sakit karena menderita sakit paru-paru.

‎”Menurut keterangan para tetangga, korban belakangan sebelumnya juga pernah mendengar almarhum mengeluh tentang sakit lambung,” ungkapnya.

‎Kapolsek juga menjelaskan, bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia sejak tiga hari sebelumnya karena sakit yang diderita, dan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.

‎”Saat ini almarhum sudah dibawa pulang kerumah duka oleh pihak keluarga untuk di fardhu kifayah. Setelah sebelumnya dibawa ke RSUD Langsa guna dilakukan proses Visum Et evertum,” demikian Novri. [ian]