Prof Muzakkir Samidan Prang Aklamasi Nahkodai HISSI Aceh

Usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPW HISSI Aceh, Prof Muzakkir dan peserta Muswil berfoto bersama, di Dara Kupi Langsa, Senin, 15 Juni 2026. Foto/Rapian.

Prof Muzakkir Samidan Prang Aklamasi Nahkodai HISSI Aceh

Usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPW HISSI Aceh, Prof Muzakkir dan peserta Muswil berfoto bersama, di Dara Kupi Langsa, Senin, 15 Juni 2026. Foto/Rapian.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Prof. Dr. Drs. Muzakkir Samidan Prang, SH, MH, M.PD secara aklamasi terpilih kembali sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (MPW) Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI) Aceh, untuk periode 2026-2030 dalam
Musyawarah Wilayah I HISSI Aceh, di Dara Kupi Langsa, Senin, 15 Juni 2026.

Pimpinan sidang Munawir Ahyat, SE.I, MA, bersama Dr T Muhammad Nurdin SH, MSi, dan beberapa anggota lainnya membacakan AD/ART HISSI Aceh dalam Muswil tersebut.

Dimana semua peserta yang hadir menyatakan sikap dan bermusyawarah bahwa menetapkan bakal calon ketua umum hanya satu peserta saja yakni Prof Muzakkir tanpa ada rival lainnya yang maju dalam helatan Muswil tersebut.

“Dikarenakan hanya satu peserta saja yang maju sebagai ketua umum, maka dengan ini rapat kita putuskan dan secara aklamasi Prof Muzakkir terpilih kembali sebagai ketua,” kata Dr T Muhammad Nurdin yang disepakati peserta Muswil lainnya.

Setelah itu pimpinan sidang juga menyerahkan berita acara dan memutuskan secara aklamasi Prof Muzakkir sebagai ketua terpilih dan menetapkan tujuh peserta lainnya sebagai tim formatur.

Usai terpilih aklamasi, Prof Muzakkir, mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh peserta Muswil I HISSI Aceh yang telah bersepakat memilih dirinya kembali menahkodai DPW HISSI Aceh untuk periode yang kedua.

Kiranya jabatan dan amanah ini akan terus kita pegang teguh demi sebuah capaian kemajuan dan roda organisasi kedepannya.

Adapun tujuan keberadaan HISSI adalah untuk mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang memahami, menghayati, dan mengamalkan syariat Islam dengan mengedepankan nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, dan kesejahteraan umat.

Dimana secara spesifik, organisasi ini memiliki beberapa sasaran strategis, meliputi, pengembangan ekonomi Syariah, turut serta membangun perekonomian Indonesia dan Aceh berbasis syariat Islam, seperti pada sektor perbankan, keuangan syariah, wakaf, dan digitalisasi ekonomi.

Hal lain kata Prof Muzakkit, HISSI hadir untuk pengkajian dan riset yang menjadi pusat pengkajian, penelitian, dan pengembangan ilmu-ilmu syariah yang disesuaikan dengan konteks keindonesiaan danke-Acehan.

Kemudian peningkatan kualitas SDM hal prioritas dalam meningkatkan kapasitas, kualitas, dan kompetensi para ilmuwan, sarjana, ulama, hingga praktisi hukum syariah. Pemberian landasan hukum yang memberikan masukan terkait nilai-nilai kesyariahan dalam perumusan kebijakan, perundang-undangan, dan pengembangan sistem peradilan agama.

“Sejatinya HISSI Aceh hadir membawa misi kemaslahatan umat yang berlandaskan syariah dan kedepan HISSI Aceh akan terus bersinergi bersama pemerintah untuk menjadi lentera bagi masyarakat Aceh,” pungkasnya. [ian]