MediaKontras.id | Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Aceh Tengah sukses menyelenggarakan rangkaian Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Konferensi Cabang (Konfercab) pada 4–5 Juli 2026 di Takengon.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kaderisasi sekaligus melahirkan kepemimpinan baru PC IPPNU Aceh Tengah untuk masa khidmat 2026–2028 yang kini dipimpin oleh Maryanti.
Rangkaian kegiatan dihadiri oleh Ketua PCNU Aceh Tengah, (pak Wahdi) yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah; Ketua PC Muslimat NU Aceh Tengah (ibu Hj. Hadanah); Ketua DPRK Aceh Tengah (saiful), perwakilan dinas dayah, Dewan Pembina PC IPNU Aceh Tengah (Tgk. Afrizal) ; perwakilan PW IPNU Aceh; serta Ketua PW IPPNU Aceh (cut) dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Ketua PC IPNU Aceh Tengah (Ahmad syah), menyampaikan bahwa MAKESTA merupakan gerbang awal kaderisasi yang harus dimaknai sebagai proses membentuk karakter, memperkuat ideologi organisasi, dan menyiapkan kader pelajar putra/i yang siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
“MAKESTA bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi proses pembentukan kader yang berintegritas, memiliki semangat belajar, berjuang, dan mengabdi. Kami berharap seluruh peserta mampu melanjutkan estafet perjuangan IPPNU dengan semangat kebersamaan dan pengabdian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PW IPPNU Aceh (cut) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat kaderisasi yang terus dijaga oleh PC IPNU-IPPNU Aceh Tengah.
“Kaderisasi adalah jantung organisasi. Dari MAKESTA inilah lahir kader-kader yang kelak akan menjadi pemimpin di berbagai bidang. IPPNU harus menjadi ruang tumbuh bagi pelajar putri untuk mengembangkan kapasitas diri, memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu, akhlak, dan kepemimpinan. Kami berharap kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Maryanti mampu membawa IPPNU Aceh Tengah semakin aktif, progresif, dan memberikan manfaat yang luas bagi pelajar serta masyarakat,” ungkapnya.
Ketua PCNU Aceh Tengah, Wahdi, dalam arahannya menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai investasi masa depan organisasi dan bangsa. Menurutnya, IPNU dan IPPNU memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, moderat, serta mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah perkembangan zaman.
Selain pelaksanaan MAKESTA yang diisi dengan materi ke-NU-an, Aswaja An-Nahdliyah, kepemimpinan, keorganisasian, diskusi kelompok, dan penguatan karakter, kegiatan juga dirangkaikan dengan Konferensi Cabang yang menghasilkan kepemimpinan baru PC IPPNU Aceh Tengah masa khidmat 2026–2028.
Melalui kegiatan ini, PC IPNU-IPPNU Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kaderisasi sebagai fondasi utama organisasi, sekaligus membangun generasi pelajar putri Nahdlatul Ulama yang unggul, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan bagi daerah, bangsa, dan umat. [ian]






