SIGAP 2026: Dari Ruang Kuliah ke Lapangan, Mahasiswa Psikologi Unimal Bangun Ketangguhan Bencana

Foto: Peserta mengikuti simulasi kesiapsiagaan bencana dalam kegiatan SIGAP 2026 yang digelar HIMAPSI Universitas Malikussaleh di halaman BPBD Kota Lhokseumawe.

SIGAP 2026: Dari Ruang Kuliah ke Lapangan, Mahasiswa Psikologi Unimal Bangun Ketangguhan Bencana

Foto: Peserta mengikuti simulasi kesiapsiagaan bencana dalam kegiatan SIGAP 2026 yang digelar HIMAPSI Universitas Malikussaleh di halaman BPBD Kota Lhokseumawe.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

HIMAPSI Unimal Gelar SIGAP 2026

Lhokseumawe, MediaKontras.id | Di tengah meningkatnya ancaman bencana di Aceh, mahasiswa Psikologi Universitas Malikussaleh memilih belajar tidak hanya dari ruang kuliah. Melalui SIGAP 2026 (Simulasi dan Aksi Mahasiswa Psikologi dalam Membangun Masyarakat Tangguh Bencana), sebanyak 105 mahasiswa turun langsung ke halaman BPBD Kota Lhokseumawe untuk mengasah keterampilan manajemen bencana dan intervensi psikososial melalui simulasi yang mendekati situasi nyata.

Foto: Sebanyak 105 mahasiswa mengikuti kegiatan SIGAP 2026 yang diselenggarakan HIMAPSI Universitas Malikussaleh di halaman BPBD Kota Lhokseumawe sebagai bagian dari pelatihan manajemen bencana dan simulasi kesiapsiagaan.

SIGAP 2026 merupakan implementasi mata kuliah Manajemen Bencana dan Intervensi Bencana yang bertujuan mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua gelombang, yakni Batch I pada 26 Juni 2026 dan Batch II pada 3 Juli 2026. Pembagian tersebut dilakukan agar penyampaian materi dan simulasi berlangsung lebih efektif sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan belajar secara optimal.

Materi disampaikan oleh dua narasumber dari BPBD Kota Lhokseumawe. Meuthia Muriazi memaparkan materi mengenai manajemen bencana, sedangkan Zainab Maryati menjelaskan intervensi bencana, khususnya penanganan psikososial pada kondisi darurat. Selain itu, delapan personel BPBD memandu jalannya simulasi kesiapsiagaan bencana sehingga peserta dapat mempraktikkan langsung prosedur penanganan keadaan darurat.

Kegiatan ini juga dihadiri empat dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh sebagai tamu undangan. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi lintas disiplin dalam memperkuat kapasitas akademik dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kebencanaan.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan sesuai agenda. Antusiasme peserta terlihat sejak sesi penyampaian materi hingga simulasi lapangan, yang mencerminkan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Melalui SIGAP 2026, HIMAPSI Unimal berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep manajemen bencana secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam memberikan dukungan psikososial dan berkontribusi membangun masyarakat yang tangguh serta siap menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya di Aceh.

Topik