Mediakontras.Id | Aceh Timur — Wali Kota Langsa Jeffry Santana di kitrik tokoh masyarakat hingga tokoh Masyarakat Peureulak atas pernyataanya yang dinilai telah merendahkan pemerintah Aceh Timur dengan Mengatakan Semacam “Debt Collertor”.
Dari pernyataan tersebut telah memicu kemarahan publik, bagaimana tidak, tindakan dan eksekusi Jeffry Santana yang lambat tersebut dinilai tidak laki, (Hana Meu Agam-Red).
Tgk Subki,S.Sos, MH. Tokoh masyarakat menilai bahwa Wali Kota Langsa harus bersikap Jantan, Kalau tidak mampu katakan tidak mampu, jangan berperang di media.
“Jangan Berperang Dimedia kalau tidak mampu katakan saja tidak mampu, kembalikan saja Aset Aceh Timur,” Ujar Tgk Subki.
Kemudian sosok yang kerap di sapa Abu Peureulak Juga mengatakan bahwa apa yang di lakukan Pemerintah Aceh Timur itu sudah tepat, karena telah ada komunikasi di antara keduanya.
“Setiap ancaman itu ada dasarnya, bukan langsung nerobos, pasti ada komunikasi awal yg tidak berjalan, jika memang aset Aceh Timur tidak sanggup diganti rugi, secara jantan wali kota langsa katakan tidak mampu. Buat apa berperang dimedia,” Ujar Abu Peureulak
Sementara Itu Pemerintah Aceh Timur Juga telah merilis keterngan Pers, Jika hingga batas tempo 2 September 2025 pembayaran tidak juga dilakukan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menegaskan akan mengambil kembali aset tersebut secara sepihak.
“Pemerintah Kota Langsa sudah kami beri waktu yang cukup. Jika sampai batas waktu yang ditetapkan, 2 September 2025, kompensasi tidak dibayar, maka Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan mengambil kembali aset atau BMD yang menjadi hak daerah kami,” tegas Al- Farlaky.[*]