Viral Jembatan Tali Desa Canggoi, Warga Gantungkan Asa pada Ghufran

Anggota DPR-RI, dari Partai PKS, H. Ghufran Zainal Abidin didampingi oleh Tenaga Ahli DPR RI, H. Surianto Sudirman, Lc, MA Ketua DPD PKS Aceh Barat, Murdani, ST dan anggota DPRK PKS, H. Fauzi, saat mengunjungi jembatan tali yang terbuat dari kabel listrik penghubung Desa Canggai dengan Desa Keutapang, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Provinsi Aceh. Jumat, 21 November 2025. Foto/Ist.

Viral Jembatan Tali Desa Canggoi, Warga Gantungkan Asa pada Ghufran

Anggota DPR-RI, dari Partai PKS, H. Ghufran Zainal Abidin didampingi oleh Tenaga Ahli DPR RI, H. Surianto Sudirman, Lc, MA Ketua DPD PKS Aceh Barat, Murdani, ST dan anggota DPRK PKS, H. Fauzi, saat mengunjungi jembatan tali yang terbuat dari kabel listrik penghubung Desa Canggai dengan Desa Keutapang, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Provinsi Aceh. Jumat, 21 November 2025. Foto/Ist.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Meulaboh – Sempat viral di berbagai flatfrom media sosial yakni jembatan gantung yang terbuat dari seutas tali listrik digunakan oleh warga untuk mengarungi derasnya air sungai tepatnya di Desa Canggoi, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Dimana jembatan tali itu adalah jalan tersingkat antara Desa Canggoi menuju Desa Keutapang begitu sebaliknya, bila tidak berhati-hati dan hilang keseimbangan maka taruhannya adalah nyawa melayang.

Deru derasnya air sungai tak kepalang, apalagi saat ini musim hujan memasuki penghujung tahun 2025, jembatan tali gantung ini adalah jalan alternatif paling dekat bagi kedua desa tersebut.

Siti salah seorang warga mengutarakan bahwa berharap ada secercah harapan dibangunnya sebuah jembatan penghubung kedua gampong kami.

“Kami sangat berharap kiranya ada kepekaan pemerintah pusat maupun daerah untuk membangun sebuah jembatan yang layak,” ungkap Siti, Jumat, 21 November 2025 sore itu.

Masih katanya, jembatan tali gantung ini adalah urat nadi bagi kami berlalu-lalang, karena ini adalah jalan satu-satunya yang paling dekat. Sementara itu ketika kami memilih jalan lain harus menempuh jarak yang cukup jauh hingga 2,5 sampai 4 km jarak tempuhnya.

“Kami mohon sekali lagi kepada para pihak pemangku kebijakan negeri ini dapat membangun jembatan yang layak sebagai penghubung desa kami,” pinta Siti dengan nada memelas.

Senada di kesempatan yang sama, Sofyan pemuda gampong setempat juga menyatakan hal yang serupa, karena kalau bicara minta dibangun sebuah jembatan penghubung sudah sering kali kami utarakan. Baik kepada Pemkab maupun pihak terkait lainnya, kalau ini tidak kami suarakan kemana lagi kami mau mengadu keluh-kesah ini.

“Jembatan tali ini pun sudah acap kali viral di media sosial, namun hingga kini hanya sebuah cerita dan tontonan tanpa ada realita,” imbuh Sofyan dengan lirihnya.

Selain itu juga beberapa pejabat maupun politikus acap mengunjungi dan melihat secara dekat jembatan tali gantung ini, hanya sebatas wacana dan harapan ilusi saja.

“Kami tidak butuh janji dan isapan jempol para petinggi negeri ini, yang kami butuhkan kepastian pembangunan jembatan dapat terealisasi kelak,” ucap Sofyan penuh harap.

Hal lain juga diutarakan Sofyan, jembatan tali ini juga sebagai pelintas para anak sekolah, petani juga warga baik menuju Desa Canggoi menuju Keutapang begitu juga sebaliknya.

Dihadapan Anggota DPR-RI, dari Partai PKS H. Ghufran, ia nya menaruh harapan dan kepercayaan dikemudian hari nanti terwujud sebuah jembatan permanen penghubung dua desa tersebut.

“Kami masyarakat kecil ini gantungkan asa kepada bapak-bapak yang hadir hari ini, apa yang selama ini bahkan bertahun-tahun kami punya impian adanya sebuah jembatan yang baik kira terwujud,” tutur Sofyan dengan nada rendah.

— Anggota DPR-RI, Fraksi PKS Ghufran Serap Aspirasi —

Sementara petang itu derap langkah pasti menuju Desa Canggoi, Anggota DPR-RI, H. Ghufran Zainal Abidin, melakukan kunjungan kerja ke Desa Canggoi, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, untuk meninjau jembatan gantung yang menjadi penghubung utama menuju Desa Keutapang.

Kedatangan H. Ghufran tidak sendiri melainkan membawa sejumlah mitra kerjanya untuk melihat langsung apa yang dirasakan oleh warga desa Canggoi yang membutuhkan terwujudnya jembatan permanen sebagai penghubung antar kedua desa itu.

“Miris sekali nasib warga di sini, di tengah kemajuan zaman dan era digitalisasi saat ini masih ada saja warga yang melewati permukimannya dengan cara melewati jembatan tali yang sudah usang begini,” ungkap Ghufran.

Masih kata Ghufran, jembatan ini sangat dinantikan oleh warga, terutama petani dan pelajar, karena menjadi akses vital bagi kegiatan sehari-hari mereka.

Dalam kunjungannya, Ghufran berdialog langsung dengan warga dan geuchik Canggoi untuk memahami kondisi dan aspirasi masyarakat setempat. Selain itu, ia juga mengunjungi Kecamatan Woyla, Desa I Itam Baroh, untuk memantau kondisi jembatan dan keadaan warga di daerah tersebut.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan DPR RI Komisi V PUPR yang difasilitasi oleh SKPK Aceh Barat. Ghufran didampingi oleh Tenaga Ahli DPR RI, H. Surianto Sudirman, Lc, MA Ketua DPD PKS Aceh Barat, Murdani, ST dan anggota DPRK PKS, H. Fauzi.

Selain meninjau infrastruktur jembatan, Ghufran juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan akademisi di Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Barat dan menyerap aspirasi terkait pengembangan infrastruktur kampus. [ian]