20 Juta Pelayat Diprediksi Hadir pada Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Ilustrasi. Iran bersiap menggelar pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Foto : Majid Asgaripour/WANA
Ilustrasi. Iran bersiap menggelar pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Foto : Majid Asgaripour/WANA

20 Juta Pelayat Diprediksi Hadir pada Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Ilustrasi. Iran bersiap menggelar pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Foto : Majid Asgaripour/WANA
Ilustrasi. Iran bersiap menggelar pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Foto : Majid Asgaripour/WANA

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Mediakontras.id | Pemerintah Iran kini tengah merampungkan persiapan menjelang prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, yang dijadwalkan berlangsung awal Juli mendatang. Pihak berwenang memperkirakan upacara pelepasan ulama besar ini akan dihadiri hingga 20 juta orang.

Berdasarkan laporan kantor berita Mehr dari sumber pejabat yang enggan disebutkan identitasnya, rangkaian prosesi penghormatan terakhir akan dimulai pada 4 Juli di dua kota, yakni Tehran dan kota suci Qom. Sementara itu, upacara pemakaman puncaknya bakal digelar pada 9 Juli di Mashhad, kota kelahiran Khamenei yang terletak di wilayah timur laut Iran.

Guna mengantisipasi lonjakan pelayat yang luar biasa, pemerintah Iran telah berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian serta Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menjamin keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian acara.

Melansir dari Al Jazeera, sebuah agenda penghormatan terpisah kabarnya juga tengah dipersiapkan di Karbala, Irak, yang merupakan salah satu situs suci bagi umat Syiah. Kendati demikian, rencana upacara di Irak tersebut sejauh ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari otoritas terkait.

Ayatollah Ali Khamenei wafat pada usia 86 tahun setelah menjadi korban dalam serangan udara gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Serangan tersebut menghantam kediaman resminya di Tehran pada gelombang pertama yang terjadi pada 28 Februari lalu.

Meskipun pemakaman awalnya direncanakan berlangsung segera setelah kematiannya, agenda tersebut harus mengalami beberapa kali penundaan karena pertimbangan faktor keamanan yang sangat krusial.

Diketahui, penundaan ini sengaja dilakukan mengingat seluruh jajaran elite politik dan pejabat tinggi Iran dipastikan akan hadir di lokasi, sehingga memerlukan protokol pengamanan berskala masif dan sangat ketat.

Prosesi ini diprediksi akan mencatatkan sejarah sebagai salah satu momen berkabung terbesar dalam era Iran modern. Jutaan warga dipastikan akan memadati jalanan di berbagai kota demi memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memimpin Republik Islam Iran selama beberapa dekade tersebut. (CNN Indonesia)