Lewati ke konten

200 DKM Serang-Cilegon Ikuti Workshop Masjid Modern

Redaksi 18 September 2026 · 12:39 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

Banten, MediaKontras.id | Sebanyak 200 pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari Kota dan Kabupaten Serang serta Kota Cilegon mengikuti One Day Workshop Manajemen Masjid Modern di Ballroom Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Kamis (17/9/2026).

 

Kegiatan yang digelar Gerakan Masjid Indonesia Berdaya (GMIB) bersama Bank Indonesia Provinsi Banten, dengan dukungan Paragon Corp dan Bank BCA Syariah, bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dalam mengelola masjid secara profesional dan adaptif.

 

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan enam modul yang membahas penguatan kelembagaan, pemahaman jamaah, pengembangan program, pengelolaan potensi umat, kolaborasi, serta pemberdayaan masyarakat.

 

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten dan Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten. Deputi Kepala Perwakilan BI Banten kemudian membuka kegiatan secara simbolis.

 

Kepala Kanwil Kemenag Banten mengatakan penguatan kapasitas pengurus penting agar masjid dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah dan masyarakat.

 

“Pengelolaan masjid perlu terus diperkuat, bukan hanya dari sisi kegiatan ibadah, tetapi juga bagaimana masjid dapat memberikan pelayanan dan manfaat yang nyata bagi jamaah dan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

 

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Banten menyebut masjid memiliki potensi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.

 

Menurutnya, pengembangan potensi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, komunitas, dan pengurus masjid.

 

Perwakilan GMIB mengatakan pengelolaan masjid modern perlu diawali dengan pemahaman terhadap jamaah dan persoalan di lingkungan sekitar.

 

“Masjid yang berdaya adalah masjid yang mengenal jamaahnya, memahami persoalan di lingkungannya, kemudian mampu mengubah data dan potensi tersebut menjadi program yang memberikan manfaat,” katanya.

 

Salah satu peserta, Agus Nasikin, pengurus Masjid Al Muhajirin, Kompleks Puri Kartika, Banjarsari, Kota Serang, mengatakan materi mengenai pendataan penerima manfaat serta pengelolaan zakat, infak, dan sedekah menjadi salah satu hal yang ingin diterapkan di masjidnya.

 

“Kami mendapatkan banyak hal dari pelatihan ini. Salah satunya bagaimana masjid bisa memiliki database penerima manfaat dan mengelola zakat, infak, serta sedekah dengan lebih terarah,” kata Agus.

 

Ia juga berencana mengajak pengurus Masjid Al Muhajirin belajar ke Masjid Raya Bintaro Jaya mengenai pendataan jamaah dan pemberdayaan masyarakat.

 

GMIB berharap workshop tersebut dapat mendorong masjid di Banten memperkuat tata kelola dan mengembangkan fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat.

Topik
Bagikan