Sigi, MediaKontras.id | Semangat kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh berbagai elemen masyarakat pascagempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah. Salah satunya melalui keterlibatan Founder Cendekia Society.ID, Opick Delian Alindra, yang bergabung bersama Tim Relawan Kebencanaan PKS Sulawesi Tengah dalam aksi tanggap bencana di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Dalam kegiatan tersebut, para relawan melakukan kerja bakti membersihkan sisa-sisa reruntuhan bangunan yang rusak akibat gempa bumi. Sedikitnya tiga rumah warga serta dua rumah ibadah, yakni masjid dan gereja, menjadi sasaran pembersihan puing-puing oleh tim relawan.
Tidak hanya itu, para relawan juga menyalurkan sekitar 300 nasi bungkus kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan warga di lokasi bencana.
Dua desa yang mengalami dampak kerusakan cukup signifikan adalah Desa Kamarora B dan Desa Kadaidia, Kecamatan Nokilalaki. Meski gempa susulan masih kerap dirasakan selama proses kegiatan berlangsung, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para relawan untuk membantu masyarakat.
Founder Cendekia Society.ID, Opick Delian Alindra, menegaskan bahwa kemanusiaan harus menjadi titik temu di tengah segala perbedaan.
“Saat kami turun ke lokasi, gempa susulan masih sering terasa. Namun hal itu tidak membuat semangat kami surut. Perbedaan suku, agama, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk saling membantu, terlebih dalam urusan kemanusiaan,” ujar Opick.
Menurutnya, kehadiran relawan di lokasi bencana menjadi penting karena kebutuhan masyarakat tidak hanya sebatas bantuan logistik. Tenaga dan sumber daya manusia masih sangat diperlukan untuk mendukung proses pemulihan pascabencana.
Diketahui, masyarakat terdampak telah menerima berbagai bantuan logistik dari berbagai pihak. Selain itu, wilayah tersebut juga memiliki potensi pertanian yang cukup baik sehingga kebutuhan pangan relatif dapat terpenuhi. Namun demikian, kebutuhan akan tenaga relawan untuk membantu pembersihan puing bangunan, layanan kesehatan, serta kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa susulan masih sangat dibutuhkan.
Aksi kemanusiaan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Cendekia Society.ID dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya pada situasi-situasi darurat kemanusiaan yang membutuhkan kolaborasi dan gotong royong lintas kelompok.
Sebagai informasi, gempa bumi yang terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27.44 WIB merupakan gempa tektonik dengan magnitudo 6,7. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa tersebut memiliki kedalaman 16 kilometer dengan episenter berada pada koordinat 1,03° LS dan 120,24° BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa, serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.






