MediaKontras.id | Calon Geuchik (Cage) urut dada imbas Pemilihan Geuchik Langsung (Pilchiksung) di tunda. Sementara Pj. Geuchik bahagia dan timses terlunta-lunta.
Fenomena ini terangkum menyikapi terjadinya penundaan jadwal Pilchiksung yang seyogyanya dihelat pada 22 Juni 2026 harus di tunda, karena hingga saat ini, Pemerintah Kota Langsa masih menunggu surat persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai dasar hukum pelaksanaan tahapan pemilihan di tingkat gampong.
Ikhwal penundaan Pilchiksung menjadi isu hangat ditengah P2G yang telah dibentuk di 47 gampong yang akan dilaksanakan secara serempak terjadi pergeseran jadwal.
Sementara bagi para Penjabat (Pj) Geuchik informasi ini menjadi sebuah asupan gizi artinya mereka tetap bertahta di 47 gampong untuk menjalankan roda pemerintahan yang dulunya hanya berkisar dua bulan kedepan, maka secara otomatis diperpanjang lagi jabatan tersebut penuh sumringah.
Disisi lain, bagi para Cage yang sudah membentuk timses saat ini kian linglung alias tidak bisa menentukan arahan untuk pendukungnya.
Sedangkan untuk tahapan di gampong seiring dibentuk Panitia Pemilihan Geuchik (P2G) sudah matang untuk pelaksanaan Pilchiksung.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, seluruh tahapan Pilchiksung belum dapat dilanjutkan karena belum adanya lampu hijau dari pemerintah pusat. Padahal sebelumnya, pelaksanaan Pilchiksung di sejumlah gampong di Kota Langsa direncanakan akan digelar pada 22 Juni 2026 mendatang.
Menariknya, di beberapa gampong tahapan Pilchiksung sejatinya telah mulai berjalan. Mulai dari pembentukan Panitia Pemilihan Geuchik (P2G) hingga berbagai persiapan awal lainnya sudah dilakukan oleh masyarakat. Namun, karena belum adanya persetujuan resmi dari Kemendagri, seluruh tahapan tersebut terpaksa dihentikan sementara.
Terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Langsa, Dewi Nursanti, membenarkan adanya penundaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu surat persetujuan dari Kemendagri.
“Benar, untuk sementara pelaksanaan Pilchiksung di Kota Langsa ditunda. Kita masih menunggu persetujuan dari Kemendagri. Kalau surat itu sudah turun, baru tahapan bisa kita jalankan kembali sesuai tahapannya,” terangnya.
Di sisi lain, masyarakat Kota Langsa mulai mempertanyakan kejelasan jadwal Pilchiksung yang hingga kini belum pasti. Mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar proses demokrasi di tingkat gampong tidak berlarut-larut.
Salah seorang warga di Kecamatan Langsa Timur, Samsul mengungkapkan harapannya agar Pilchiksung segera dilaksanakan.
“Harapan kami tentu Pilchiksung Kota Langsa segera digelar. Jangan ada penundaan karena akan berpengaruh pada jalannya pemerintahan gampong,” tukasnya. [ian]






