— Kawal Program Literasi dan Inklusi Keuangan BSI —
MediaKontras.id | Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Langsa, H Fadhli SAg, menegaskan komitmen penuhnya untuk mendukung seluruh program Bank Syariah Indonesia (BSI) yang bertujuan meningkatkan gairah dan pertumbuhan ekonomi syariah di wilayah Kota Langsa.
Hal tersebut disampaikan, Kakankemenag Kota Langsa saat membuka acara Edukasi Literasi & Inklusi Keuangan Syariah, di Aula Hotel Kartika Langsa, Kamis, 2 Juli 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh BSI Kota Langsa tersebut turut dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi vertikal di lingkungan Kota Langsa. Kehadiran lintas instansi ini memperkuat sinergi kerja sama dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah.
Ia menyampaikan bahwa literasi keuangan syariah bukan sekadar pemahaman produk perbankan, melainkan pilar penting dalam membangun ekosistem masyarakat yang madani dan mandiri secara ekonomi.
”Kami di Kementerian Agama Kota Langsa akan terus mengawal dan memberikan dukungan penuh terhadap program-program inovatif dari BSI. Sinergi ini sangat krusial untuk mendongkrak gairah perekonomian berbasis syariah, agar masyarakat tidak hanya paham secara teori, tetapi juga aktif merasakan manfaat nyata dari inklusi keuangan syariah,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa Kemenag Kota Langsa siap membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik melalui jaringan madrasah, pesantren, maupun penyuluh agama di lapangan untuk menjadi agen edukasi keuangan syariah bagi masyarakat.
Pihak Bank Syariah Indonesia (BSI) Kota Langsa menyambut baik komitmen dan dukungan penuh ini. Kolaborasi strategis antara instansi vertikal, lembaga pemerintah, dan lembaga keuangan syariah diharapkan mampu mempercepat akselerasi adopsi layanan syariah secara menyeluruh di Kota Langsa, sekaligus mendukung transformasi Aceh sebagai pusat episentrum ekonomi syariah nasional.
Acara yang berlangsung khidmat di Hotel Kartika ini dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi mengenai pengelolaan keuangan syariah di era digital, zakat dan wakaf produktif, serta berbagai kemudahan akses permodalan syariah bagi UMKM lokal.[ian]






