MediaKontras.id | Kementrian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pendampingan bagi ratusan pelaku usaha untuk tiga wilayah terdampak bencana, yang dipusatkan di Kota Langsa, Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Produksi Pemulihan Pasca Bencana di Regional 2 (Langsa)” tersebut dilaksanakan di lingkungan IAIN Kota Langsa dan diikuti pelaku UMKM dari Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur serta Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu menjadi momentum penting dalam mendorong pelaku UMKM agar mampu segera memulihkan usahanya setelah terdampak bencana.
Dimana peserta mendapatkan pembekalan melalui tiga kelas utama, yakni peningkatan kapasitas produksi, akses pembiayaan, serta akses pasar. Pelaksanaan diklat dibagi di tiga lokasi, yaitu Kelas Peningkatan Kapasitas Produksi di Aula Fakultas Syariah, Kelas Peningkatan Akses Pembiayaan di Aula Terpadu, dan Kelas Peningkatan Akses Pasar di Aula SBSN IAIN Kota Langsa.
Dari total 533 peserta yang terdaftar, sebanyak 486 orang hadir, atau mencapai tingkat kehadiran 91,2 persen. Rinciannya, Kelas Peningkatan Kapasitas Produksi diikuti 160 dari 177 peserta, Perluasan Akses Pemasaran dihadiri 138 dari 152 peserta, sedangkan Peningkatan Akses Pembiayaan diikuti 188 dari 204 peserta.
Kehadiran Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM RI, Rizal Damanik, didampingi Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Usaha Bastian, serta para kepala dinas yang membidangi koperasi dan UMKM dari tiga kabupaten/kota.
Turut hadir dan memberikan pendampingan sejumlah narasumber dari Kementerian UMKM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Aceh Syariah (BAS), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta lembaga inkubator bisnis.
Rizal Damanik, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Langsa yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan. Ia juga memberikan apresiasi kepada para pelaku UMKM dari Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang yang tetap menunjukkan semangat untuk bangkit setelah menghadapi dampak bencana.
Menurutnya, pemerintah pusat akan terus mendorong pemulihan UMKM melalui bantuan dan pendampingan secara berkelanjutan. “Terima kasih kepada Pemko Langsa yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Kami juga mengapresiasi para pelaku UMKM di tiga kabupaten/kota. Mudah-mudahan mereka dapat bangkit lebih cepat. Insya Allah pemerintah pusat terus membantu, mendorong dan melakukan pendampingan secara berkala,” ujarnya.
Lebih jauh, Rizal menilai pelaksanaan diklat perdana di Kota Langsa tersebut berjalan sukses dan menjadi pilot project yang dapat dijadikan acuan untuk pelaksanaan kegiatan serupa ke depan.
Sementara itu, Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE, diwakili Plt Kepala Dinas Koperindagkop dan UKM Kota Langsa, Haris Gusnally SE MH, menyampaikan rasa syukur atas lancarnya pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, apresiasi juga diberikan pihak Kementerian UMKM menjadi bukti bahwa kegiatan ini pertama kalinya dilaksanakan di Kota Langsa tersebut mendapat respons positif.
“Alhamdulillah, kegiatan tersebut terselenggara dengan lancar. Hal ini dibuktikan dengan apresiasi yang diberikan pihak Kementerian UMKM Republik Indonesia melalui Deputi Kewirausahaan Rizal Damanik,” ungkapnya.
Haris juga menyampaikan bahwa kegiatan diklat yang perdana dilaksanakan di Kota Langsa atau pilot project ini berjalan sukses dan akan menjadi acuan untuk kegiatan-kegiatan berikutnya.
Masih katanya, Pemko Langsa menyampaikan terima kasih kepada Kementerian UMKM RI yang telah memilih Kota Langsa sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan regional tersebut.
Haris berharap pembekalan yang diberikan dapat membantu para pelaku UMKM yang terdampak bencana untuk memperkuat kembali usahanya, baik dari sisi produksi, pembiayaan maupun pemasaran.
“Semoga kegiatan ini dapat membantu para pelaku usaha atau UMKM yang terkena dampak bencana agar bisa cepat bangkit kembali,” harapnya.
Pemerintah Kota Langsa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian UMKM RI, atas dukungan dan kepercayaan menjadikan Langsa sebagai pusat pelaksanaan kegiatan.
“Diklat ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah nyata untuk membangkitkan kembali semangat, produktivitas dan kemandirian UMKM terdampak bencana di wilayah Regional 2,” tukasnya. [ian]

