Lewati ke konten

Lima Karyawan Mie Gacoan Langsa Mendadak Dimutasi ke Meulaboh, Diduga Siasat Agar Resign

Rapian Rapian 1 September 2026 · 11:38 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

MediaKontras.id | Sebanyak lima karyawan yang bekerja di Mie Gacoan Langsa, yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Gampong Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Baro, secara mendadak dipindahkan ke Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat tanpa alasan yang jelas diduga kuat skenario agar resign (tindakan mengundurkan diri secara sukarela dari suatu pekerjaan atas keputusan pribadi karyawan–red).

Anehnya lagi kelima mereka yang notabenenya putra dan putri Kota Langsa itu hanya diberikan tempo dia hari segera pindah atau hengkang ke Meulaboh.

“Kami sangat kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak manajemen,” ungkap, Na, Si dan Sa dan rekan lainnya yang ikut dimutasi, kepada wartawan, Minggu, 30 Agustus 2026 pagi.

Lebih lanjut, kami dimutasi 5 orang ke Meulaboh secara tiba-tiba. Harusnya sudah tiba di sana Selasa, 1 September 2026 hari ini, hanya saja dikasih waktu 2 hari,” ujar Na dengan nada kesel.

Pun demikian, yang membuat kita semakin kaget, posisi kami di gerai Mie Gacoan Langsa tersebut sudah ada penggantinya.

“Dan yang anehnya, informasi yang kami dapatkan sudah ada orang yang menggantikan posisi kami di Mie Gacoan Langsa tersebut,” tambah Si.

Para karyawan menilai keputusan mutasi itu diambil tanpa sosialisasi dan diskusi terlebih dahulu. Mereka merasa hak-haknya sebagai pekerja tidak dihargai. Kami menduga siasat atau skenario ini berupa pemaksaan untuk resign.

“Kami menduga ini siasat perusahaan agar kami mengundurkan diri. Kami menduga mutasi massal ini adalah bentuk ‘Natural Attrition’ atau pengurangan karyawan secara alami,” papar mereka.

“Menurut kami, ini terkesan dipaksa keluar padahal tidak salah apa-apa. Kalau 5 orang dimutasi jauh bareng-bareng, itu salah satu bentuk ‘Natural Attrition’ paling klasik,” ucapnya.

Mereka menduga tujuannya agar karyawan yang tidak sanggup pindah memilih resign sendiri. “Sehingga perusahaan tidak keluar biaya pesangon. Nanti tinggal masukkan crew baru dengan gaji training.” urainya lagi.

Para pekerja yang dimutasi mengaku ada yang sudah bekerja sejak gerai Mie Gacoan Langsa dibuka. Ada juga yang sudah 7 bulan mengabdi dan bervariasi.

Selain soal mutasi, para karyawan juga menyoroti persoalan upah. Sa menyebut gaji yang diterima tidak sesuai UMK Kota Langsa 2026 sebesar Rp3.932.552 per bulan.

“Sedangkan kita menerima upah dari tempat bekerja ‘Mitra Bali Sukses Langsa’ dilapor upah ke BPJS Ketenagakerjaan sesuai UMK. Namun dibayar ke kami tidak seperti itu. Diduga ada permainan upah di Mie Gacoan tersebut,” tegas Sa.

Mereka berharap manajemen memberikan kejelasan terkait alasan mutasi dan mekanisme pemindahan. Mereka juga meminta perusahaan memperhatikan nasib karyawan, terutama soal akomodasi, transportasi, dan kepastian kerja di tempat baru.

“Kami bekerja dengan baik selama ini. Kami hanya minta diperlakukan adil,” tegas Sa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Mie Gacoan Langsa belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi telah dilakukan sejak Minggu (30/8) melalui WhatsApp di nomor 08216209xxxx. Awalnya manajemen menjawab, “Oke siap. Malam kita jumpa.”

Namun kemudian manajemen meminta agar pemberitaan ditunda. “Sebelumnya saya tidak mau media manapun terkait Gacoan Langsa memberitakan sampai konfirmasi ini selesai dan clear. Karena yang dikhawatirkan berita di media hanya mendengar dari satu pihak. Terima kasih.”

Pada malam harinya, manajemen beralasan sedang ada deadline. Hingga Senin (31/8), saat kembali dihubungi, jawabannya tetap sama. “Untuk sekarang saya sedang tidak bisa pak, dikarenakan sedang banyak deadline.” ungkapnya.

Sementara pihak media tetap memberikan ruang hak jawab dari pihak management sebagai upaya perimbangan pemberitaan. [ian]

Bagikan