Mahasiswa Nilai Bupati Abdya Panik, Sibuk Soroti DPRA tetapi Kinerja Sendiri Dinilai Bobrok

Dok: Mahasiswa Aceh Barat Daya (Abdya), Rahmat Fauzi ( Foto: Ist)

Mahasiswa Nilai Bupati Abdya Panik, Sibuk Soroti DPRA tetapi Kinerja Sendiri Dinilai Bobrok

Dok: Mahasiswa Aceh Barat Daya (Abdya), Rahmat Fauzi ( Foto: Ist)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Banda Aceh, MediaKontras.id | Mahasiswa Aceh Barat Daya (Abdya), Rahmat Fauzi, melontarkan kritik terhadap kepemimpinan Bupati Aceh Barat Daya. Ia menilai pemerintah daerah perlu lebih fokus membenahi kinerja internal daripada membangun narasi keberhasilan yang dinilainya belum sejalan dengan kondisi di lapangan.

Menurut Rahmat, pemberian apresiasi berupa “rapor hijau” oleh sekelompok mahasiswa tidak dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan pemerintah daerah secara menyeluruh. Ia berpendapat bahwa penilaian terhadap kinerja pemerintah seharusnya didasarkan pada kondisi riil yang dirasakan masyarakat.

“Bupati Abdya jangan terlalu berbangga dengan ‘rapor hijau’ yang diberikan oleh sekelompok mahasiswa. Penilaian itu tidak serta-merta mencerminkan realitas yang dirasakan masyarakat saat ini,” ujar Rahmat dalam keterangannya, Jumat (1/8).

Rahmat juga menyoroti pernyataan Bupati Abdya yang mempertanyakan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Menurutnya, kepala daerah sebaiknya memprioritaskan evaluasi terhadap kinerja pemerintah yang dipimpinnya daripada mengomentari lembaga lain.

“Fokuslah terlebih dahulu pada pembenahan kinerja pemerintah daerah. Kritik dari masyarakat merupakan bagian dari proses evaluasi yang harus diterima secara terbuka, bukan dialihkan kepada pihak lain,” katanya.

Lebih lanjut, Rahmat menegaskan bahwa setiap pejabat publik harus memiliki sikap terbuka terhadap kritik dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya dapat membuktikan kinerjanya melalui program dan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat, sehingga penilaian positif muncul dari hasil kerja yang nyata, bukan sekadar klaim atau pencitraan.

Topik