Mengabadikan Wajah, Sanad, dan Jejak Perjuangan Melalui Penelusuran Panjang Pustaka Jawi Abi Panton

Mengabadikan Wajah, Sanad, dan Jejak Perjuangan Melalui Penelusuran Panjang Pustaka Jawi Abi Panton

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Mengabadikan Wajah, Sanad, dan Jejak Perjuangan Melalui Penelusuran Panjang Pustaka Jawi Abi Panton

MediaKontras.id | Sebuah ikhtiar besar dalam mendokumentasikan rekam jejak, sanad keilmuan, dan visualisasi para ulama di Serambi Mekkah resmi bergulir. Melalui inisiatif bertajuk “Potret 1000 Ulama Kharismatik Aceh”, ribuan rekam jejak sejarah ulama dayah yang selama ini hidup dalam ingatan kolektif para santri kini mulai dibukukan dan didigitalisasi secara sistematis.

Literasi dan visual sejarah ini diprakarsai oleh T. Halim Tarmizi Al-Bustami (Abi Panton), alumni Dayah Darul Huda Lueng Angen, Dayah Darul Ulum Tanoh Mirah, dan Dayah Darussa’adah Idi Cut.

“Banyak foto yang nyaris hancur dimakan usia dan banyak kisah perjuangan yang hampir punah karena belum sempat dicatat. Ini adalah amanah sejarah yang harus kami selamatkan untuk generasi mendatang,” ujar Abi Panton.

Menelusuri Arsip Tua dan Restorasi Visual

Proses pengumpulan data ini bukanlah perjalanan singkat. Tim penyusun telah menghabiskan waktu lebih dari 10 tahun berkeliling dari satu dayah ke dayah lain di seluruh pelosok Aceh. Mereka mengetuk pintu keluarga para ulama, membedah arsip-arsip tua, hingga mewawancarai para saksi hidup demi memastikan validitas data.

Tak hanya mengumpulkan teks biografi,  yang berada di bawah naungan Pustaka Jawi Abi Panton ini juga melakukan restorasi visual. Setiap potret ulama diproses ulang menjadi Digital Art Portrait tanpa menghilangkan kekhasan dan nilai historisnya.

Bimbingan Ketat dan Verifikasi Sanad

Untuk menjaga keabsahan ilmiah dan adab spiritual, seluruh proses penyusunan berada di bawah bimbingan langsung Abon H. Muzawwir Kamaluddin, Pimpinan Dayah Bustanur Raihan Alue Lhok. Bimbingan ini difokuskan pada pemetaan metodologi, verifikasi sanad keilmuan, serta pemastian amanah sejarah.

Selain Abon Muzawwir, dewan pembimbing dan verifikator ini juga melibatkan sejumlah tokoh dayah terkemuka:

Aba Burhan (Buket Kawat)

Tgk. Edy Saputra (Bagok)

Waled Mustafa (Peurupok)

Walidi Anas (Paya Naden)

Tgk. Marwan (Kuta Krueng)

Tgk. Rusli Ibrahim (Bayu)

Jaringan Dayah dan Kompilasi Biografi

Setiap entri ulama dalam khazanah ini akan dilengkapi dengan biografi singkat pendiri, silsilah guru (sanad), daftar alumni yang kini memimpin dayah, serta karya seni digital ulama terkait.

Saat ini, data alumni dan pendiri dari berbagai dayah besar di Aceh telah berhasil dihimpun, di antaranya:

Dayah Darussalam Labuhan Haji, Kab. Aceh Selatan.

Dayah Abu Hasan Krueng Kalee, Kab. Aceh Besar.

Dayah Bustanul Huda Blangpidie, Kab. Aceh Barat Daya.

Dayah MUDI Mesra Samalanga, Kab. Bireuen.

Dayah Darul Ulum Tanoh Mirah, Kab. Bireuen.

Dayah Babussalam Blang Blahdeh, Kab. Bireuen.

Dayah Darul Muarrif Lam Ateuk, Kab. Aceh Besar.

Dayah BUDI Mesja Lamno, Kab. Aceh Jaya.

Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Kab.Pidie Jaya.

Dayah Darul Huda Lueng Angen, Kab. Aceh Utara

Dayah Malikussaleh Panton Labu, Kab. Aceh Utara

Dayah Darussa’adah Idi Cut, Kab. Aceh Timur.

Proses penelusuran untuk dayah-dayah lainnya di seluruh wilayah Aceh masih terus berjalan secara bertahap.

Merawat Ingatan Umat

Gerakan ini hadir sebagai jembatan antara peradaban masa lalu dan masa depan. Dengan memadukan kedalaman riset sejarah dan estetika seni digital. Potret 1000 Ulama Kharismatik Aceh diharapkan menjadi benteng pertahanan literasi Islam Nusantara sekaligus wujud pemuliaan terhadap guru dan ulama Aceh.