Morpheus Muda: Ribuan Pelaku UMKM Berpotensi Gagal Akses TKM Pemula Akibat Minim Sosialisasi

Morpheus Muda: Ribuan Pelaku UMKM Berpotensi Gagal Akses TKM Pemula Akibat Minim Sosialisasi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

Kabupaten Bandung, MediaKontras.id | Morpheus Muda Indonesia menggelar kegiatan Seminar UMKM & Sosialisasi Program TKM Pemula Tahun 2026 di Pendopo Desa Bojongmalaka, Kab. Bandung, Sabtu (23/05/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para pelaku UMKM, pemuda, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan desa yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Morpheus Muda Indonesia, Rizky Abdul Rojak, menyoroti masih rendahnya akses informasi masyarakat terhadap Program TKM Pemula Tahun 2026. Menurutnya, program tersebut memiliki manfaat besar bagi pengembangan usaha masyarakat, khususnya pelaku UMKM pemula, namun belum tersosialisasikan secara maksimal.

 

“Program TKM Pemula ini sebenarnya sangat baik dan memiliki dampak positif untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha. Tetapi faktanya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi detail terkait program tersebut karena sosialisasinya masih kurang,” ujar Rizky dalam sambutannya.

 

Kegiatan seminar ini menghadirkan sejumlah tokoh dan narasumber, di antaranya Kepala Desa Bojongmalaka H. Dedi Dermawan, S.IP, Ketua F-PKB DPRD Kabupaten Bandung H. Tarya Witarsa, S.Ag, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung Rifki Fauzi, S.E, serta jajaran Morpheus Muda Indonesia.

Selain memberikan pemaparan mengenai pengembangan UMKM dan peluang usaha, panitia juga membuka sesi pendampingan langsung bagi peserta yang ingin memahami mekanisme dan tata cara mengikuti Program TKM Pemula Tahun 2026. Para peserta diberikan edukasi mengenai persyaratan administrasi, strategi penguatan usaha, hingga pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk.

 

Rizky Abdul Rojak menambahkan bahwa Morpheus Muda Indonesia akan terus hadir menjadi wadah pemberdayaan masyarakat dan jembatan informasi antara program-program pemerintah dengan masyarakat akar rumput.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendengar adanya program bantuan atau pemberdayaan, tetapi benar-benar memahami cara mengakses dan memanfaatkannya. Karena ketika informasi tidak sampai, maka banyak peluang yang akhirnya tidak dirasakan masyarakat,” tambahnya.

 

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar masyarakat, khususnya pelaku UMKM, semakin siap menghadapi tantangan ekonomi dan mampu meningkatkan kapasitas usahanya secara mandiri dan berkelanjutan.

Topik