Prof Ismail Fahmi Arrauf : Musrenbang Aceh Fokus SDM Unggul dan Transformasi

Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA, saat menghadiri Musrenbang Aceh, di Anjong Mon Mata - Banda Aceh, Kamis, 23 April 2026. Foto/ist.

Prof Ismail Fahmi Arrauf : Musrenbang Aceh Fokus SDM Unggul dan Transformasi

Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA, saat menghadiri Musrenbang Aceh, di Anjong Mon Mata - Banda Aceh, Kamis, 23 April 2026. Foto/ist.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID

MediaKontras.id | Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. H. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Aceh, di Anjong Mon Mata – Banda Aceh, Kamis, 23 April 2026.

Kegiatan strategis ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, yang dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong percepatan pembangunan Aceh yang inklusif dan berkelanjutan.

Forum ini menjadi ruang penting dalam merumuskan arah pembangunan Aceh tahun 2027 yang lebih terarah, khususnya melalui tema akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri, yang selaras dengan kebijakan RPJMA 2025–2029: peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan sains dan teknologi, serta reformasi tata kelola birokrasi menuju kemandirian fiskal.

Menanggapi hal tersebut, Rektor IAIN Langsa menyampaikan bahwa fokus pada pembangunan SDM merupakan kunci utama keberhasilan Aceh ke depan.

“Transformasi pembangunan tidak akan berarti tanpa didukung oleh SDM yang unggul, adaptif, dan berintegritas. Perguruan tinggi, termasuk IAIN Langsa, memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ujarnya.

Lebih lanjut, tema RKPA 2027 yang menekankan percepatan pemulihan pascabencana melalui pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan dinilai sangat relevan dengan kondisi Aceh. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa implementasi di lapangan harus benar-benar terukur dan tidak sekadar normatif.

“Konsep build back better, safer, and sustainable harus diterjemahkan dalam kebijakan nyata, terutama pada sektor pendidikan, ekonomi umat, dan transformasi digital. Jangan sampai jargon pembangunan berkelanjutan hanya berhenti di dokumen perencanaan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah prioritas pembangunan seperti penurunan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan transformasi digital. Menurutnya, ketiga agenda tersebut perlu diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman sebagai kekuatan khas Aceh.

“Penguatan syariat Islam harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi, sehingga melahirkan pembangunan yang berkeadilan dan bermartabat,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen, IAIN Langsa siap berkontribusi melalui riset, pengabdian masyarakat, serta kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah dalam mendukung prioritas pembangunan Aceh 2027.

“Musrenbang ini diharapkan tidak hanya menjadi forum seremonial, tetapi benar-benar melahirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh,” tandasnya. [ian]