MediaKontras.id | Prestasi akademik kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa. Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, M.A., bersama M. Anzaikhan dan Adelina Nasution, berhasil mempublikasikan hasil penelitian pada European Journal of Science and Theology (EJST), jurnal internasional bereputasi Q1 pada bidang Religious Studies.
Artikel ilmiah yang berjudul “Ecotheology of Al-Asma’ Al-Husna: Reconstructing Environmental Ethics from the Divine Attributes Toward Global Ecological Responsibility” diterbitkan dalam European Journal of Science and Theology, Volume 22, Nomor 3, Juni 2026. Publikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi Indonesia dalam pengembangan kajian Islam dan lingkungan di tingkat internasional.
Penelitian tersebut menawarkan paradigma baru dalam pengembangan ekoteologi Islam melalui rekonstruksi etika lingkungan yang bersumber dari nilai-nilai Asmaul Husna. Penelitian ini berangkat dari kegelisahan atas semakin kompleksnya krisis lingkungan global yang tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan teknis semata, tetapi memerlukan penguatan dimensi moral dan spiritual.
Melalui pendekatan teologis dan analisis konseptual, penelitian ini menunjukkan bahwa sifat-sifat Allah SWT yang terkandung dalam Asmaul Husna dapat ditransformasikan menjadi prinsip-prinsip etika ekologis universal. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran manusia terhadap pentingnya tanggung jawab ekologis, keberlanjutan lingkungan, keadilan antargenerasi, serta harmoni antara manusia dan alam sebagai bagian dari amanah Allah SWT.
Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, M.A., Sabtu, 11 Juli 2026, menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan ikhtiar untuk memperkaya khazanah pemikiran Islam kontemporer sekaligus menghadirkan solusi konseptual terhadap persoalan lingkungan yang menjadi tantangan dunia.
“Islam sesungguhnya memiliki fondasi teologis yang sangat kuat dalam membangun etika lingkungan. Melalui kajian Asmaul Husna, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kelestarian alam bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi merupakan manifestasi penghambaan kepada Allah SWT dan implementasi nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan manusia,” ujarnya.
Menurutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, pemerintah, lembaga pendidikan, maupun para pengambil kebijakan dalam mengembangkan model pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan (sustainable development) dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Tidak berhenti pada publikasi di jurnal internasional bereputasi, penelitian tersebut kini dikembangkan lebih lanjut menjadi proposal riset berjudul “Ekoteologi sebagai Kebijakan Transformasi PTKIN Berkelanjutan dalam Perspektif Riset Internasional dan Program Indonesia Bangkit” untuk mengikuti Kompetisi MORA Kementerian Agama RI melalui platform eRISPRO LPDP Kementerian Keuangan.
Per 11 Juli 2026, proposal penelitian tersebut dinyatakan lulus seleksi administrasi (Administration Review Passed) dan berhak melanjutkan ke tahapan penilaian berikutnya. Capaian ini menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak hanya memiliki kualitas akademik yang diakui melalui publikasi internasional, tetapi juga dinilai layak untuk dikembangkan menjadi riset strategis yang mendukung kebijakan transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.
Prof. Ismail Fahmi menyampaikan bahwa pengembangan penelitian ke dalam kompetisi riset nasional merupakan bagian dari komitmen IAIN Langsa untuk menghadirkan riset yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penyusunan kebijakan publik.
“Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu referensi dalam merumuskan arah transformasi PTKIN yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan pemikiran Islam yang responsif terhadap isu-isu global, khususnya krisis lingkungan,” ungkapnya.
Keberhasilan publikasi pada jurnal internasional bereputasi Q1 yang diikuti dengan lolosnya proposal penelitian pada tahap administrasi Kompetisi MORA Kementerian Agama menjadi bukti semakin menguatnya budaya riset di lingkungan IAIN Langsa. Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam mendorong dosen untuk menghasilkan karya ilmiah bereputasi internasional yang memiliki relevansi akademik, manfaat praktis, dan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Sejalan dengan visi IAIN Langsa sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, dan bereputasi global, capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat kolaborasi riset, meningkatkan kualitas publikasi internasional, serta menghadirkan inovasi keilmuan yang mampu menjawab berbagai tantangan kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan di masa depan. [ian]






