MediaKontras.id | Sanggar Seni Putroe Nurul A’la tampil prima dan mengguncang pentas pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, di Gedung Auditorium IAIN Langsa, Kamis, 3 September 2026.
Penampilan seni di hari pamungkas ini turut menampilkan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Unit Kegiatan Khusus (UKK).
Terdapat satu persembahan yang mencuri perhatian penonton, yakni pertunjukan seni kebudayaan bernuansa modern. Penampilan memukau tersebut dibawakan oleh Sanggar Seni Putroe Nurul A’la.
Dimana sebuah organisasi seni kemahasiswaan yang telah lama berkiprah di kampus tersebut yang mana organisasi ini telah berdiri sejak 27 Juni 2007 silam dan masih aktif hingga saat ini.
Kreasi ini menampilkan seni tari khas yang dipadukan dengan alunan alat musik tradisional Aceh. Musik tersebut dimainkan secara langsung dengan cara dipukul menggunakan tangan kosong tanpa bantuan stik atau alat pemukul lainnya. Alat musik tradisional yang bernama Rapa’i ini memiliki bentuk bundar menyerupai rebana, terbuat dari bahan kayu pilihan dan lapisan kulit hewan.
Menurut pelatih sanggar seni Munawir, S.Sos.I, menegaskan alasan musik tetap ditonjolkan agar sanggar seni tari dan musik tradisional Rapa’i tetap terus terjaga kebudayaannya dengan cara dikemas lebih modern.
Rangkaian pertunjukan ini diharapkan dapat menjadi awal yang menginspirasi bagi seluruh mahasiswa baru untuk aktif berorganisasi, mengasah bakat, dan berkontribusi positif selama menempuh pendidikan di IAIN Langsa.
“Rapai di kolaborasi dengan alat modern dan juga fenomena yang terjadi sekarang. Sehingga mudah di terima oleh khalayak ramai” terangnya. [ian/ds]

