MediaKontras.id | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Langsa sebagai ‘tangan besinya’ Pemko Langsa yang dibackup TNI, Polri, Dishub dan Koperindagkop melakukan penertiban dan rubuhkan sejumlah kios para pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan atau tempat terlarang, di Pasar Pagi Langsa, eks jalan rel, Kecamatan Langsa Kota, Senin, 2 Februari 2026.
Penertiban pasar tersebut dengan menggerahkan personil sebanyak 140 dari Satpol PP, dua dari TNI dan dua dari Polres Langsa serta anggota Dishub dan Koperindagkop.

Kios yang berada di badan jalan atau tempat terlarang menjadi sasaran Satpol-PP untuk dirubuhkan atau dibongkar paksa oleh tim Satpol-PP.
Sekretaris Satpol-PP Kota Langsa, Muhammad Tarmizi, SE, MM, yang ditemui di lokasi pasar pada saat penertiban kepada MediaKontras.id menegaskan bahwa sebelum melakukan penertiban atau bongkar paksa oleh Satpol-PP sudah memberikan warning atau peringatan akan dilakukan pembongkaran.
Sebelumnya dari pihak Satpol-PP telah terlebih dahulu melakukan sosialisasi, baik melakukan pemberitahuan lewat surat, bertemu dengan para pedagang begitu juga saban hari keliling patroli memberitahukan akan melakukan pembokaran karena berjualan dibadan jalan.
“Kami sudah lebih sepekan memberitahukan para pedagang agar tidak berjualan dibadan jalan atau diatas parit, karena melanggar Qanun No. 2 Tahun 2014 tentang ketertiban umum yang telah ditetapkan,” terang M Tarmizi.
Selain itu juga hari ini kami lakukan pembongkaran terhadap enam kios yang berada persis dibadan jalan, lantas ada sekitar 12 unit yang akan dilakukan pembongkaran secara mandiri dan ini sudah disepakati oleh para pedagang kaki lima.
“Kami kasih waktu bagi mereka yang ingin membongkar kiosnya secara mandiri dan hari ini enam kios yang telah dibongkar dilakukan pembersihan areal,” ucap M Tarmizi.
Sementara itu salah seorang pedagang kios yang dirobohkan Ilyas, mengatakan puing-puing hasil bongkaran kios agar jangan diangkut oleh Satpol-PP, karena memang masih bisa digunakan untuk membuat lapak yang lain.
“Ini barang kami jangan kalian angkut biar kami yang bereskan sendiri dan kami mampu atasi sendiri,” ucapnya dengan nada lirih didampingi istri tercintanya.
Sedangkan seorang ibu lainnya yang juga terkena imbas kiosnya dibongkar terlihat histeris karena kios dagangannya dirubuhkan oleh tim gabungan dari Satpol-PP ditengah guyuran hujan.
Suasana sedikit memanas dan para ibu lainnya coba untuk menenangkan ibu tersebut dan tidak berlangsung lama situasi berjalan dengan normal kembali serta sejumlah barang dagangan maupun puing-puing kayu hasil pembongkaran tim Satpol-PP disita dibawa ke kantor sebagai barang bukti penertiban. [ian]






