Lewati ke konten

Tim Regional Aceh Gerak Cepat Tangani Keluhan Penerima Manfaat MBG di Bener Meriah

Redaksi Redaksi 5 September 2026 · 08:06 WIB
Bagikan
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp MediaKontras.ID
Gabung

Bener Meriah, MediaKontras.id | Keselamatan peserta didik dan seluruh penerima manfaat selalu menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis atau MBG. Terkait kejadian menonjol di SD Negeri Bukit Mulie, Kabupaten Bener Meriah, pada Rabu, 02 September 2026.

Tim Regional Aceh bersama SPPG Mekar Ayu Timang Gajah bergerak cepat melakukan penanganan terhadap sejumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.

 

Kejadian tersebut terjadi setelah para penerima manfaat menyantap menu makan siang. Sebanyak 16 siswa dan 1 kepala sekolah dilaporkan mengalami gejala gatal-gatal. Setelah menerima laporan, Tim SPPG bersama ahli gizi, Yayasan Bebesen Gayo Bergizi Nusantara, dan pihak kesehatan setempat segera memberikan penanganan awal.

Berdasarkan informasi terbaru, seluruh penerima manfaat yang sempat mengalami keluhan saat ini sudah dalam kondisi sehat. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penanganan oleh petugas kesehatan, mereka telah diizinkan pulang oleh pihak Puskesmas.

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi seluruh penerima manfaat benar-benar aman.

Perlu ditegaskan bahwa kejadian ini bukan merupakan keracunan makanan. Berdasarkan gejala yang muncul, indikasi awal mengarah pada reaksi alergi makanan pada sebagian penerima manfaat. Dugaan sementara, alergi tersebut dipicu oleh protein ikan dencis yang menjadi salah satu menu MBG, yaitu Ikan Dencis Sambal Lamongan.

 

Sebagai langkah kehati-hatian dan bentuk transparansi, sampel makanan telah diamankan untuk dilakukan uji laboratorium. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan penyebab keluhan secara objektif dan menjadi bahan evaluasi dalam peningkatan keamanan pangan pada pelaksanaan Program MBG.

Tim Regional Aceh dan SPPG Mekar Ayu Timang Gajah juga telah melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah lain yang menerima distribusi makanan dari dapur yang sama. Hasil pengecekan sementara menunjukkan tidak ditemukan keluhan serupa pada penerima manfaat di sekolah lainnya.

Selain itu, koordinasi terus dilakukan dengan Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah, unsur TNI/Polri, pihak sekolah, dan orang tua siswa. Langkah ini dilakukan agar penanganan berjalan cepat, terbuka, dan situasi masyarakat tetap aman serta kondusif.

Kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi penyelenggara Program MBG, khususnya dalam memperkuat standar operasional prosedur atau SOP dapur SPPG. Ke depan, pendataan riwayat alergi penerima manfaat, pengawasan bahan makanan, serta sistem pelaporan cepat akan terus ditingkatkan.

Penyelenggara Program MBG menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan keselamatan, kualitas gizi, dan keamanan makanan yang disajikan. Setiap laporan dan masukan dari masyarakat akan ditangani secara cepat, terbuka, dan bertanggung jawab demi mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

Topik
Bagikan