MediaKontras.id | Universitas Samudra (Unsam) melaksanakan kegiatan pembinaan akademik dan karakter Mahasiswa Penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNSAM dalam memberikan pendampingan kepada mahasiswa penerima beasiswa, khususnya dalam mendukung kelancaran studi, pengembangan karakter, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan akademik dan kehidupan kampus, di ruang terbuka hijau Unsam, Jumat, 21 Agustus 2026 kemarin.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjadama Unsam, Zulfan, SH, M.Si, MH, dalam siaran persnya, Sabtu, 22 Agustus 2026 yang juga sebagai pemateri pertama, serta Iswantara Adi Nugraha, S.Pd, sebagai pemateri kedua. Sementara itu, kegiatan dipandu oleh Farizal, ST, selaku Person in Charge (PIC) Beasiswa Afirmasi.
Melalui pembinaan ini, mahasiswa diberikan ruang untuk berdiskusi, menyampaikan pengalaman, serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang dihadapi selama menempuh pendidikan di Universitas Samudra.
Dalam sesi pengenalan dan Participatory Need Assessment (PNA), para mahasiswa diperkenalkan dengan rencana Program Pendampingan Mahasiswa Papua di UNSAM.
Pendekatan partisipatif tersebut dilakukan untuk melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses pemetaan kebutuhan, sehingga program pendampingan yang akan dijalankan dapat disesuaikan dengan kondisi, pengalaman, hambatan, dan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa.
UNSAM juga berupaya memetakan sejumlah kebutuhan mahasiswa, mulai dari bidang akademik, sosial dan adaptasi, administrasi serta layanan kampus, kesejahteraan, pengembangan diri, hingga perencanaan masa depan.
Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan program-program prioritas yang relevan dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa penerima Beasiswa ADik selama menjalani pendidikan di lingkungan Universitas Samudra.
Selain melakukan identifikasi kebutuhan, kegiatan ini turut diarahkan untuk menyusun rekomendasi dan harapan bersama terkait penguatan pendampingan mahasiswa. Dengan adanya komunikasi dua arah antara mahasiswa dan pihak kampus, berbagai masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas layanan, pembinaan, serta dukungan terhadap keberhasilan akademik dan pengembangan potensi mahasiswa.
Iswantara Adi Nugraha, S.Pd, menekankan pentingnya pendampingan yang mampu mendukung mahasiswa Papua untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik, meraih prestasi, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
“Harapan kami, teman-teman Papua yang kuliah di Unsam dapat lancar studinya, berprestasi, mampu mengembangkan potensi diri, dan membangun jaringan sehingga ketika pulang nanti siap membangun Papua,” ujar Iswantara.
Sementara itu, Zulfan, SH, M.Si, MH, menekankan bahwa pembinaan akademik dan karakter merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu memperoleh dukungan dalam aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter, kemampuan beradaptasi, serta ruang untuk mengembangkan potensi diri secara optimal.
Ke depan, hasil dari kegiatan PNA ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pelaksanaan Program Pendampingan Mahasiswa Papua di Unsam. Melalui program yang disusun berdasarkan kebutuhan dan partisipasi mahasiswa.
“Universitas Samudra berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan suportif, sekaligus mendorong mahasiswa penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi untuk menyelesaikan studi, berprestasi, memperluas jaringan, dan mempersiapkan diri memberikan kontribusi bagi daerah serta masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan,” tukasnya. [ian]
