MediaKontras.id | Bahaya Vape dan penyalahgunaan narkotika menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan serta kelompok masyarakat yang musti dicegah secara dini, oleh karenanya Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa terus menggencarkan upaya pencegahan dengan melibatkan 3.000 pelajar untuk diberikan edukasi, Selasa, 4 Agustus 2026.
Katim Pencegahan, Suharmansyah, S.Sos, M.I.Kom, dan Katim Dayamas BNN Kota Langsa, Cut Maria, S.Sos, bersama anggota timnya telah turun langsung ke berbagai sekolah untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada lebih dari 3.000 siswa dan puluhan kelompok masyarakat.
Hingga saat ini, kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan di sekitar 20 sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) serta kelompok masyarakat di wilayah Kota Langsa.
Plt Kepala BNN Kota Langsa, Hasnanda Putra, ST, MM, MT, didampingi Katim Humas, Islamsyah MTA, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika maupun penggunaan vape yang dapat membahayakan kesehatan.
“Kami terus melakukan upaya pencegahan dengan memberikan pemahaman kepada para siswa dan masyarakat, agar mereka tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba maupun vape berbahaya. Edukasi sejak dini sangat penting agar para pelajar memahami risiko dan tidak mudah terpengaruh untuk mencoba,” ujar Hasnanda.
Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lingkungan pendidikan secara luas. Sebab, rasa ingin tahu dan kecenderungan untuk mencoba sesuatu yang baru dapat menjadi celah bagi pelajar untuk terpapar berbagai bentuk penyalahgunaan zat berbahaya.
Selain itu, peredaran narkotika yang terus berkembang menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak. Letak Kota Langsa yang berada di kawasan strategis serta memiliki akses yang relatif dekat dengan wilayah Sumatera Utara juga menjadi alasan pentingnya penguatan upaya pencegahan sejak dini.
“Pencegahan di kalangan pelajar harus terus diperkuat. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang benar, diharapkan para siswa mampu mengenali bahaya, menolak ajakan, serta tidak terjerumus dalam perilaku coba-coba yang dapat merusak masa depan mereka,” tambahnya.
Sejumlah sekolah yang telah menjadi sasaran kegiatan edukasi dan sosialisasi antara lain SMAN 1 Langsa, SMAN 3 Langsa, SMKN 3 Langsa, SMPN 9 Langsa, SMPN 4 Langsa, SMPN 2 Langsa, SDN 1 Langsa, SDN 11 Langsa, serta sejumlah sekolah lainnya.
Dalam pelaksanaannya, Tim Pencegahan BNN Kota Langsa tidak hanya memberikan sosialisasi mengenai bahaya narkotika dan vape, tetapi juga melakukan penguatan melalui program Pendidik Sebaya atau Remaja Teman Sebaya serta penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di sejumlah satuan pendidikan.
Melalui berbagai program tersebut, BNN Kota Langsa berharap terbentuk lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika maupun penggunaan vape berbahaya.
Begetu juga Tim Dayamas, disamping melaksanakan edukasi peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN), juga mengajak peran aktif msyarakat menjaga keluarga dan lingkungannya dari acaman bahaya penyalahgunaan narkotika dan Penyalahgunaan vape melalui liquid vape yang mengandung narkotika.
BNN Kota Langsa juga mengajak seluruh unsur, mulai dari pihak sekolah, orang tua, masyarakat, hingga para siswa, untuk bersama-sama memperkuat pengawasan dan pencegahan demi melindungi generasi muda serta mewujudkan Kota Langsa Bersih dari Narkoba ( BERSINAR ).
BNN Kota Langsa berharap kegiatan edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran pelajar, memperkuat peran sekolah dan keluarga dalam pengawasan, serta menciptakan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika menuju Indonesia Emas 2045. [ian]






